Nadiem Makarim Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Chromebook

- Kontributor

Kamis, 4 September 2025 - 18:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday – Kejaksaan Agung RI (Kejagung) resmi menetapkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook periode 2019–2022.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Nurcahyo Jungkung Madyo mengatakan bahwa keputusan penetapan tersangka diambil setelah penyidik mengantongi alat bukti yang dinilai cukup.

“Hari ini telah ditetapkan tersangka inisial NAM selaku Menteri Kebudayaan Riset dan Teknologi periode 2019–2024,” ujar Nurcahyo dalam konferensi pers di Kejagung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Nurcahyo, Nadiem berperan penting dalam proyek pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.

Sebagai menteri kala itu, ia diduga memerintahkan penggunaan sistem operasi ChromeOS sebagai platform utama untuk mendukung program digitalisasi pendidikan nasional.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan empat tersangka lain dalam perkara yang sama, yakni Jurist Tan selaku Staf Khusus Mendikbudristek tahun 2020–2024, Ibrahim Arief (IBAM) sebagai mantan konsultan teknologi, serta dua pejabat eselon yakni Sri Wahyuningsih (SW) mantan Direktur Sekolah Dasar, dan Mulyatsyah, eks Direktur Sekolah Menengah Pertama.

Sri dan Mulyatsyah disebut berperan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek yang menjadi bagian dari program digitalisasi pendidikan ini.

Penyidik menduga adanya penyimpangan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga penentuan perangkat yang digunakan.

Kejagung juga menyebut kerugian negara dalam kasus pengadaan Chromebook ini mencapai Rp1,9 triliun, angka yang sangat besar untuk sebuah program pendidikan yang seharusnya meningkatkan kualitas pembelajaran digital di sekolah.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik, mengingat program digitalisasi pendidikan sempat digadang-gadang sebagai terobosan besar.

Dengan penetapan Nadiem Makarim sebagai tersangka, Kejagung menegaskan akan terus mengusut tuntas perkara ini hingga ke akar-akarnya.

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Alat Sadap Listyo Lebih Canggih dari Milik TNI, Ini Penjelasan Mantan Kepala BAIS
Listyo Sigit cs Sadap Presiden Prabowo, Gerindra: Pengkhianat!
TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Ibu Kota, Usai Eks Kapolri Listyo Sigit Ditahan
Penyadapan ke Presiden Dinilai Makar, Harus Diselidiki Siapa yang Menyuruh Listyo Sigit
Kelompok Jokowi dan Listyo Sigit Tidak Akan Tinggal Diam!
Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Prabowo, Muncul Dugaan Sosok Berinisial ‘J’
Kades Pasar Rawa Gebang HM Minta Maaf, Wirdatul Akmal Resmi Cabut Laporan
Kemkomdigi Ingatkan Publik: Jangan Langsung Percaya Jawaban AI

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:22 WIB

Alat Sadap Listyo Lebih Canggih dari Milik TNI, Ini Penjelasan Mantan Kepala BAIS

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Listyo Sigit cs Sadap Presiden Prabowo, Gerindra: Pengkhianat!

Rabu, 4 November 2026 - 13:19 WIB

TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Ibu Kota, Usai Eks Kapolri Listyo Sigit Ditahan

Rabu, 4 November 2026 - 11:26 WIB

Penyadapan ke Presiden Dinilai Makar, Harus Diselidiki Siapa yang Menyuruh Listyo Sigit

Rabu, 4 November 2026 - 09:52 WIB

Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Prabowo, Muncul Dugaan Sosok Berinisial ‘J’

Terbaru

Chat via WhatsApp