Miris! Di Tengah Duka Banjir Bandang, PT Tanjung Timberindo Diduga Tampung Kayu Ilegal asal Hutan Sumut-Aceh

- Kontributor

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Deli Serdang, Langkatoday.com – Fenomena bencana ekologis berupa banjir bandang dan tanah longsor yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh menyisakan luka mendalam dan kerugian masif. Namun, di tengah suasana duka tersebut, dugaan praktik pembalakan liar (illegal logging) justru mencuat ke permukaan.

PT Tanjung Timberindo Industry, yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera, Tanjung Morawa, kini menjadi sorotan tajam publik setelah ditemukannya tumpukan kayu gelondongan raksasa di area gudang perusahaan tersebut, Senin (2/2).

Diduga “Dibekingi” Oknum dan Langgar Tonase

Korda Bemnus Sumut, Yogi Mahendra, mengungkapkan bahwa aktivitas pengangkutan kayu-kayu berukuran besar tersebut tetap berjalan mulus meskipun wilayah Sumut dan Aceh sedang dalam situasi bencana. Kayu-kayu tersebut diangkut menggunakan truk yang diduga melebihi tonase menuju gudang PT Tanjung Timberindo untuk diproduksi menjadi furnitur/mobiler.

Baca Juga:  Gunung Kayu di PT Tanjung Timberindo Masih Misteri, Polda Sumut Belum Berikan Keterangan Resmi

“Informasi yang kami terima, aktivitas ini berjalan mulus dan tak tersentuh hukum karena disebut-sebut mendapatkan dukungan dari oknum aparat penegak hukum di Sumut,” ungkap Yogi Mahendra kepada media, Rabu (4/1).

Analisis Kayu Bernomor: Bukti Kuat Asal-Usul Hutan

Temuan kayu gelondongan yang memiliki nomor, stempel, dan tanda khusus menjadi petunjuk kunci. Menurut Yogi, nomor tersebut digunakan untuk identifikasi asal-usul pohon. Jika nomor-nomor ini ditemukan pada kayu di gudang PT Tanjung Timberindo, hal itu memperkuat dugaan bahwa kayu tersebut berasal dari kawasan hutan lindung yang dilarang ditebang.

“Penyelidikan harus melacak pemilik nomor atau stempel tersebut. Ini akan mengungkap aktor intelektual, cukong, hingga perusahaan penadah yang terlibat dalam rantai kejahatan kehutanan ini,” tegasnya.

Manajemen Bungkam dan Tabrak Aturan K3

Saat dikonfirmasi, pimpinan perusahaan yang diidentifikasi bernama Pelabuhan Simanjuntak enggan memberikan tanggapan. Ironisnya, ia mengaku tidak mengetahui siapa pemilik perusahaan serta detail aktivitas yang terjadi di gudang tersebut.

Baca Juga:  Pertahankan Tanah Kas Desa, Kades Sei Tualang Justru Jadi Tersangka!

Selain isu lingkungan, perusahaan ini juga diduga melanggar standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Di lokasi gudang, tidak ditemukan fasilitas P3K yang memadai sesuai UU No. 1 Tahun 1970 dan Permennakertrans No. 15/2008. Pelanggaran ini terancam sanksi pidana kurungan hingga penghentian operasional sementara.

Desakan Penegakan Hukum

Masyarakat dan aktivis mendesak pihak Kepolisian serta Satgas Penegakan Hukum Kehutanan (Satgas PKH) untuk bertindak tegas. Penegakan hukum yang tuntas dianggap sebagai prasyarat utama untuk memulihkan hutan Sumatera dan mencegah terulangnya bencana banjir bandang yang merenggut nyawa di masa depan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Mantan Kadisdik Langkat Saiful Abdi Dituntut 11 Tahun Penjara dalam Kasus Smartboard
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Berita Terbaru