Membuahkan Hasil..!! Laporan Terkait LHKPN Ajai Ismail Diterima KPK

- Kontributor

Kamis, 3 April 2025 - 16:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Terkait pelaporan yang dilakukan oleh Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN) Institute terhadap LHKPN Wakil Ketua DPRD Langkat Ajai Ismail, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menerima laporan tersebut.

Saat ini KPK sedang mendalami dan memeriksa laporan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah diterima dan saat ini sedang proses penelahaan,” kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika.

Sementara Abdul Rahim Daulay, Koordinator LAWAN Institute Sumut mengatakan masyarakat berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mampu menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi terus digaungkan dari Kabupaten Langkat.

Hal itu disuarakan agar para pejabat menerapkan asas transparansi atas harta kekayaan yang mereka punya.

“Transparansi mengenai harta kekayaan mereka menjadi penting, karena dari situ akan kelihatan mereka melakukan korupsi atau tidak. Atau melakukan usaha ilegal atau tidak,” tegas Pemuda Kelahiran Langkat itu, Kamis (3/4).

Lawan Institute, kata Rahim, tiada henti terus menyoroti laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Wakil Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Ajai Ismail.

Dimana LHKPN Ajai, sosok politisi Nasdem yang dikenal sebagai seorang pengusaha besar ini hanya melaporkan kepemilikan Rp 20 juta dan bahkan pernah mengalami minus. Padahal, Ajai Ismail diketahui memiliki rumah mewah dan mobil di Langkat.

“Laporan kami ke KPK mengenai kejanggalan ini sudah diterima, saya sudah konfirmasi langsung dengan Jubir KPK Tessa Mahardika,” kata Rahim.

Usai laporan diterima, Lawan Institute berharap agar KPK segera turun ke Langkat melakukan pengecekan harta kekayaan yang bersangkutan dan mengumumkan ke publik.

“Jika terbukti berbohong perlu diberikan sanksi tegas, agar memberi efek jera untuk penyelenggara yang lain juga. Jangan membohongi KPK,” ujarnya.

Masyarakat menanti gebrakan KPK dalam mengungkap LHKPN ini. KPK pernah mengungkap kasus besar di Langkat berseri ini.

“Kita menunggu tindakan tegas KPK, soalnya sudah beberapa kali KPK terbukti mampu mengungkap kasus korupsi besar di Langkat,” tandas Dosen di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Sumut itu. (rel)

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Alat Sadap Listyo Lebih Canggih dari Milik TNI, Ini Penjelasan Mantan Kepala BAIS
Listyo Sigit cs Sadap Presiden Prabowo, Gerindra: Pengkhianat!
TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Ibu Kota, Usai Eks Kapolri Listyo Sigit Ditahan
Penyadapan ke Presiden Dinilai Makar, Harus Diselidiki Siapa yang Menyuruh Listyo Sigit
Kelompok Jokowi dan Listyo Sigit Tidak Akan Tinggal Diam!
Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Prabowo, Muncul Dugaan Sosok Berinisial ‘J’
Pemkab Langkat Siap Inspeksi 82 SPPG, Pastikan Program MBG Sesuai Standar
Kades Pasar Rawa Gebang HM Minta Maaf, Wirdatul Akmal Resmi Cabut Laporan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:22 WIB

Alat Sadap Listyo Lebih Canggih dari Milik TNI, Ini Penjelasan Mantan Kepala BAIS

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Listyo Sigit cs Sadap Presiden Prabowo, Gerindra: Pengkhianat!

Rabu, 4 November 2026 - 13:19 WIB

TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Ibu Kota, Usai Eks Kapolri Listyo Sigit Ditahan

Rabu, 4 November 2026 - 11:26 WIB

Penyadapan ke Presiden Dinilai Makar, Harus Diselidiki Siapa yang Menyuruh Listyo Sigit

Rabu, 4 November 2026 - 09:52 WIB

Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Prabowo, Muncul Dugaan Sosok Berinisial ‘J’

Terbaru

Chat via WhatsApp