Kritik Tajam Kinerja Kejatisu, Edi Brasmana: Jangan Sampai Muka Buruk Cermin Dibelah

- Kontributor

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Tokoh pemuda Sumatera Utara, Edi Brasmana, melontarkan kritik pedas terhadap kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) di bawah kepemimpinan Kajatisu, Harli Siregar. Edi menilai, penegakan hukum yang dilakukan saat ini terkesan tebang pilih dan hanya sekadar pencitraan di mata publik.

Menurut Edi, harapan besar masyarakat Sumut terhadap gebrakan awal Kejatisu dalam mengungkap kasus-kasus besar seperti korupsi di lingkungan PTPN dan kasus Pelindo kini mulai memudar. Ia menyebut performa lembaga Adhyaksa tersebut justru mengalami penurunan signifikan seiring berjalannya waktu.

“Awalnya kita berharap banyak, tapi setelah kita koreksi, ternyata ini hanya sebatas pencitraan. Banyak persoalan besar yang tidak mampu mereka ungkap. Bahkan, kinerjanya terkesan seperti ‘bisnis konten’ saja,” ujar Edi Brasmana, Rabu (11/3).

Edi Brasmana juga mencium adanya aroma intervensi atau “pesanan” dalam penyelesaian sejumlah perkara di Sumatera Utara. Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah kelanjutan proses hukum pembangunan Lapangan Merdeka Medan dan proyek di internal gedung Kejati Sumut sendiri.

Baca Juga:  8 Bulan Penuh Gebrakan: Dr. Harli Siregar Tinggalkan Warisan Prestasi

“Saya beropini ini lebih dominan karena pesanan atau titipan. Persoalan besar di Sumut tidak ada yang disikapi secara tuntas. Contohnya soal Lapangan Merdeka, Asintel pernah menyatakan sudah diproses, tapi sampai sekarang kita tanya: sudah sejauh mana? Jangan hanya melibatkan penguasa lalu mereka takut karena memikirkan jabatan,” tegasnya.

Yang paling mengejutkan, Edi menyoroti dugaan kejahatan yang terjadi justru di lingkungan kantor Kejatisu sendiri, terkait proyek pembangunan yang dikabarkan gagal tender meskipun menggunakan anggaran fantastis.

“Persoalannya, ada pembangunan senilai Rp95 miliar. Belum lagi soal pekerjaan parkir yang menggunakan APBD. Itu kan di rumah mereka sendiri. Bersihkan dulu rumah sendiri sebelum bicara keluar. Jangan sampai muka buruk, cermin dibelah,” sindir Edi dengan peribahasa menohok.

Baca Juga:  Dugaan Pemerasan Pengusaha Biliar: Kasus 4 Anggota DPRD Medan Naik ke Penyidikan

Atas dasar rendahnya kepercayaan publik tersebut, Edi meminta Jaksa Agung (Kejagung) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Kejati Sumut.

“Harapan kita, Harli Siregar dicopot. Seluruh kinerja di Kejati Sumut harus dievaluasi total. Masyarakat butuh kepastian hukum, bukan sekadar keributan atau tontonan di media sosial,” ucapnya.

Edi juga mengapresasi terkait langkah Ade Rinaldy Tanjung (Ketua Paguyuban Mahasiswa dan Warga Sumut di Jakarta) yang melaporkan Harli Siregar ke Kejagung atas dugaan intervensi penetapan Guru Besar di sebuah perguruan tinggi, Edi menyatakan apresiasi penuh.

Ia menilai tindakan Harli yang diduga memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi/keluarga adalah bentuk bobroknya kepemimpinan.

“Kita sangat respect dengan Ade Rinaldy, dia aktivis yang peduli Sumut. Jika benar Kajatisu terlibat intervensi demi keluarga, itu sangat tidak pantas. Tugas dia itu memberantas KKN, bukan malah terlibat di dalamnya,” pungkas Edi.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi
Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Condong ke Timur
Pengacara Terdakwa Korupsi Samosir Desak Kejati Sumut Segera Tahan Mantan Pimpinan Bank Mandiri
Semarak HUT ke-81 RI, Ratusan Pegawai dan Keluarga PT Socfindo Ikuti Family Walk
Jokowi Akui Kerap Dicaci dan Difitnah: “Biasa dalam Politik, Tapi Mbok Ya Ojo Ngono”

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 03:54 WIB

Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Rabu, 2 September 2026 - 06:05 WIB

Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Condong ke Timur

Berita Terbaru