Kemelut di Muhammadiyah Tegal Sari II: Pemecatan Ketua Dikdasmen Berujung Tudingan Penghinaan Profesi Guru

- Kontributor

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Gejolak internal melanda Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegal Sari II Medan. Isu perpecahan mencuat pasca-pemecatan sepihak terhadap Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Non-Formal (Dikdasmen), Wendri, ST., M.I.Kom, yang baru menjabat selama tiga bulan.

Kasus ini memanas setelah muncul dugaan penghinaan profesi yang dilakukan oleh Ketua PCM Tegal Sari II, Drs. H. Gusni Zanil, terhadap Wendri dalam sebuah rapat internal pada 12 Maret 2026 lalu.

Menurut informasi yang dihimpun, dalam rapat pimpinan tersebut, Gusni Zanil diduga mengeluarkan pernyataan yang merendahkan profesi Wendri sebagai tenaga pendidik di SMP Negeri 23 Medan.

“Demi Allah, saya mendengar sendiri beliau mengatakan, ‘Alah, apa kalinya si Wendri itu? Cuma guru SMP Negeri 23 Medan aja’,” ujar seorang saksi mata yang hadir dalam rapat tersebut kepada awak media, Ahad (29/3).

Menanggapi hal ini, Wendri menyatakan kekecewaan mendalam. Ia menilai sebagai pimpinan organisasi keagamaan, Gusni seharusnya lebih bijak dalam bertutur kata.

Baca Juga:  Pemkab Langkat Kalah Banding soal Sengketa PPPK

“Saya diangkat baik-baik, harusnya diberhentikan dengan cara yang baik juga. Mengapa profesi saya sebagai guru yang direndahkan? Saya akan membawa masalah ini ke PGRI dan melaporkannya sebagai pencemaran nama baik,” tegas Wendri.

Konflik ini diduga berakar dari pemecatan seorang tenaga kebersihan berinisial IJ, yang dikenal sebagai orang dekat Gusni Zanil. Wendri menjelaskan pemecatan IJ dilakukan karena adanya dugaan kehilangan aset sekolah berupa monitor yang hingga kini belum dikembalikan.

Buntut dari kejadian itu, Wendri mengaku difitnah telah “memakan” dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp73 juta yang cair pada Desember 2025.

“Itu fitnah keji. Dana BOS langsung masuk ke rekening sekolah. Justru dalam laporan kepala sekolah kepada saya, pihak Cabang (PCM) lah yang meminta bagian dari dana tersebut,” ungkap Wendri sembari menunjukkan kesiapannya menempuh jalur hukum.

Baca Juga:  Inspektorat Asahan Resmi Serahkan Hasil Pemeriksaan Kelebihan Bayar Pengadaan Neon Box, Peta Desa dan Plank 3 T ke Kejaksaan

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Ketua PCM Tegal Sari II, Drs. H. Gusni Zanil, membantah telah menghina profesi guru. Ia berdalih bahwa dirinya juga merupakan seorang Sarjana Pendidikan yang menghormati profesi tersebut.

“Pemecatan saudara Wendri adalah hasil keputusan rapat kolektif PCM Tegal Sari II. Saya tidak ada menyinggung profesi beliau sebagai guru,” tulis Gusni singkat.

Melihat kondisi organisasi yang kian tidak kondusif, sejumlah kader berharap Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan segera turun tangan melakukan mediasi. Pasalnya, saat kepemimpinan Wendri di Dikdasmen, kondisi keuangan sekolah dilaporkan sedang terpuruk dengan utang gaji guru selama dua bulan dan kas nol rupiah.

Kehadiran PDM Medan dianggap penting untuk menyelamatkan kredibilitas institusi pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah Tegal Sari II agar tidak semakin terperosok dalam polemik pribadi antar-pimpinan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Mantan Kadisdik Langkat Saiful Abdi Dituntut 11 Tahun Penjara dalam Kasus Smartboard
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Berita Terbaru