Fenomena Langka! Bulan Berubah Jadi Merah Darah Malam Ini

- Kontributor

Minggu, 7 September 2025 - 22:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Ilustrasi

Ilustrasi

Stabat, Langkatoday – Fenomena langit langka akan terjadi pada Ahad malam hingga Senin dini hari (7–8 September 2025).

Gerhana Bulan total atau yang populer disebut “Bulan Merah Darah” (blood moon) diperkirakan bisa disaksikan dari hampir seluruh wilayah Indonesia, asalkan cuaca cerah.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus saat fase purnama. Cahaya Matahari yang difilter atmosfer Bumi membuat Bulan tampak merah marun kehitaman.

“Fenomena ini bisa dinikmati masyarakat Indonesia tanpa alat khusus. Cukup melihat ke langit malam jika cuaca mendukung,” kata Setyoajie.

Baca Juga:  Dosen IKH Medan Laksanakan Penyuluhan Bahaya Zat Aditif di SMA Dharma Pancasila

Menurut jadwal dari Observatorium Bosscha, gerhana bulan total akan berlangsung selama lebih dari 3 jam, dengan fase totalitas sekitar 1 jam 22 menit.

Berikut rincian waktunya (WIB):

  • 22.28 : mulai penumbra
  • 23.25 : gerhana sebagian dimulai
  • 01.11 : gerhana total dimulai
  • 02.33 : gerhana total berakhir
  • 03.39 : gerhana sebagian berakhir
  • 03.55 : penumbra selesai

Gerhana bulan total ini menjadi istimewa karena fenomena serupa baru akan terjadi lagi di Indonesia pada tahun 2033.

Tips Menyaksikan Gerhana Bulan

Observatorium Bosscha juga membagikan tips agar pengalaman menyaksikan gerhana semakin maksimal:

  1. Aman dilihat dengan mata telanjang, tanpa alat khusus.
  2. Pilih lokasi terbuka dan minim cahaya kota, seperti lapangan atau atap rumah.
  3. Gunakan teleskop atau teropong untuk melihat detail kawah dan gradasi warna merah.
  4. Hindari polusi cahaya agar hasil pengamatan lebih jelas.
  5. Untuk memotret, gunakan tripod, eksposur panjang 1–2 detik, ISO 400–800, dan fokus manual.
Baca Juga:  Kasus Suap Proyek Langkat, Syah Afandin Irit Bicara Usai Ditetapkan Tersangka

Masyarakat diimbau memanfaatkan momen langka ini untuk mengabadikan keindahan “bulan merah darah” yang akan menghiasi langit tengah malam.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 12:10 WIB

Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Berita Terbaru