Dosen IKH Medan Laksanakan Penyuluhan Bahaya Zat Aditif di SMA Dharma Pancasila

- Pewarta

Jumat, 7 Juni 2024 - 11:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

MEDAN (Langkatoday) – Dalam upaya untuk memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, tim dosen Prodi Farmasi Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan yang beranggotakan Shaflina Izar, Sri Handayani, Melia Sari, Rizka Hasmi Nasution, Mayang Sari, Rufina Pramudita, Azri Rahmadi membuat program penyuluhan yang bertujuan untuk menyampaikan informasi penting tentang zat aditif pada jajanan anak sekolah dan kosmetik yang sering digunakan oleh remaja. Kamis, (30/05/2024) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan yakni di SMA Dharma Pancasila, hal ini dianggap sebagai langkah nyata dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemilihan makanan dan produk kosmetik yang aman bagi kesehatan.

Seperti diketahui, Rhodamin B adalah sebuah zat pewarna sintesis yang sering disalahgunakan dan telah diidentifikasi sebagai zat aditif berbahaya yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar.

Baca Juga:  Dugaan Outbound Mewah Dinas Pendidikan Langkat Habiskan Rp300 Juta! Aktivis: Ini Bukan Pelatihan, Ini Pelesiran!

Dalam sesi penyuluhan di SMA Dharma Pancasila, para siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai resiko-resiko yang terkait dengan penggunaan Rhodamin B, termasuk gangguan pencernaan, alergi, atau bahkan resiko kanker. Informasi ini sangat penting dalam membantu para siswa untuk membuat pilihan yang lebih sehat dalam hal konsumsi makanan.

Selain membahas bahaya zat aditif pada makanan, penyuluhan ini juga mencakup bahaya merkuri dan hidrokuinon yang terkandung dalam produk kosmetik.

Remaja merupakan pengguna utama dari produk kosmetik ini diingatkan mengenai resiko-resiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan produk yang mengandung bahan-bahan berbahaya ini. Dengan pengetahuan yang lebih baik mengenai potensi bahaya tersebut, diharapkan para siswa dapat membuat pilihan yang lebih bijaksana dalam hal produk kecantikan yang mereka gunakan.

Program penyuluhan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan informasi, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat terutama para siswa atau remaja dalam memilih makanan dan produk kosmetik yang mereka konsumsi.

Baca Juga:  DPRD Fraksi PKS ke Anggota Koperasi TKBM: Kami Siap Membantu

Dengan memahami bahaya zat aditif pada makanan dan kosmetik, diharapkan masyarakat terutama remaja akan lebih berhati-hati dalam memilih produk yang mereka konsumsi. Langkah-langkah kecil seperti ini dapat memiliki dampak besar dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Pengabdian kepada masyarakat dari Institut Kesehatan Helvetia Medan Prodi Farmasi yang dilakukan di SMA Dharma Pancasila melalui program penyuluhan tentang bahaya zat aditif pada jajanan anak sekolah dan kosmetik remaja adalah langkah yang diharapkan dapat memperkuat kesadaran kesehatan masyarakat.

Dengan informasi yang lebih baik mengenai resiko-resiko yang terkait dengan penggunaan zat aditif tertentu, diharapkan para siswa dapat membuat pilihan yang lebih sehat dan dapat berkontribusi pada pembentukan lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PC HIMMAH Langkat Buka LKD, Dikky Wahyudi Dorong Lahirnya Kader Intelektual dan Berintegritas
Diikuti 1.047 Peserta, Tiorita dan Kajati Sumut Perkuat Pencegahan Korupsi di Langkat
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
LAWAN Institute Sumut Minta KPK Awasi Proyek Jalan Nasional di Langkat
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:15 WIB

PC HIMMAH Langkat Buka LKD, Dikky Wahyudi Dorong Lahirnya Kader Intelektual dan Berintegritas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Diikuti 1.047 Peserta, Tiorita dan Kajati Sumut Perkuat Pencegahan Korupsi di Langkat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:28 WIB

LAWAN Institute Sumut Minta KPK Awasi Proyek Jalan Nasional di Langkat

Terbaru

Teknologi

ProArt Terbaru Resmi Masuk Indonesia

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:28 WIB