Dosen Institut Kesehatan Helvetia Dampingi Praktik Pemenuhan Gizi Baduta di Puskesmas Medan Labuhan

- Pewarta

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program Pendampingan Praktik Pemenuhan Gizi Baduta sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi di Puskesmas Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (15/7).

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak usia di bawah dua tahun (baduta), sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.

Program pengabdian dipimpin oleh Siti Aisyah, S.ST., M.K.M. dengan anggota tim Bd. Aida Fitria, SST., M.Kes., Rahmawati Tarigan, M.Psi., Dea Wanda Claudia, dan Yafiah Adila. Sasaran kegiatan meliputi ibu yang memiliki baduta, anggota keluarga, serta kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Medan Labuhan.

 

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pada masa ini, pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang dinilai sangat penting untuk mendukung perkembangan otak, sistem kekebalan tubuh, serta mencegah berbagai masalah gizi seperti stunting dan berat badan kurang.

Baca Juga:  Gudang "Tomas" di Jalan Beringin Pasar X Helvetia Labuhan Deli Diduga Tampung Solar Subsidi dan Dijual jadi Solar Industri

Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sesuai usia, penerapan gizi seimbang, konsumsi protein hewani, penyusunan menu yang beragam, hingga pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin melalui Posyandu.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi langsung mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pemberian makan anak sehari-hari.

Selain edukasi, peserta juga mengikuti demonstrasi penyusunan menu MP-ASI bergizi seimbang menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh. Tim pengabdian memberikan contoh pemilihan bahan makanan, penyusunan menu berdasarkan usia anak, hingga teknik penyajian makanan agar lebih menarik bagi balita.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari cara mengatasi anak yang sulit makan, pemanfaatan ikan sebagai sumber protein hewani, hingga penyusunan menu bergizi dengan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Dosen dan Mahasiswa IKH Medan Gelar Edukasi Behavior Based Safety untuk Pekerja Konstruksi di Medan Sunggal

Ketua tim pengabdian, Siti Aisyah, S.ST., M.K.M., menegaskan bahwa keberhasilan pemenuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada peran ibu, tetapi membutuhkan dukungan seluruh anggota keluarga.

“Pemenuhan gizi baduta merupakan tanggung jawab bersama dalam keluarga. Dengan dukungan seluruh anggota keluarga, praktik pemberian makan sehat akan lebih mudah diterapkan secara konsisten sehingga berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai praktik pemenuhan gizi baduta, pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memanfaatkan sumber pangan lokal sebagai sumber protein berkualitas, serta rutin memantau pertumbuhan anak di Posyandu.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi, pembagian leaflet edukasi kepada peserta, serta foto bersama. Institut Kesehatan Helvetia berharap program pengabdian serupa dapat terus dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Medan Labuhan dan berbagai pihak sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan status gizi anak di masyarakat.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita
BKM Al-Badar dan YPKD Gelar Pangkas Gratis, Saatnya Masjid Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Dirawat
Ustadz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan
Kebanyakan Nonton Short Video Bisa Ubah Aktivitas Otak? Ini Temuan Peneliti
Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:40 WIB

Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita

Sabtu, 19 September 2026 - 13:08 WIB

BKM Al-Badar dan YPKD Gelar Pangkas Gratis, Saatnya Masjid Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 14:39 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Dirawat

Selasa, 15 September 2026 - 03:14 WIB

Ustadz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan

Jumat, 11 September 2026 - 16:27 WIB

Kebanyakan Nonton Short Video Bisa Ubah Aktivitas Otak? Ini Temuan Peneliti

Terbaru

Berita

HUT ke-81 PMI Langkat, 1.200 Pelajar PMR Bergerak Bersama

Sabtu, 19 Sep 2026 - 17:46 WIB