Dengar Aspirasi Mahasiswa, Mentan Amran Batalkan Rapat di Jakarta dan Terbang ke Alor

- Kontributor

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Alor, Langkatoday.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah tak biasa dengan membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih terbang langsung ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (8/8).

Keputusan tersebut diambil setelah Amran mendengar langsung aspirasi mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Dalam kesempatan itu, Adriano menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Alor, mulai dari harga dan distribusi beras hingga kebutuhan dukungan pemerintah untuk mengembangkan sektor pertanian.

Aspirasi tersebut kemudian mendorong Amran untuk tidak sekadar memberikan respons dari Jakarta. Ia memilih melihat langsung kondisi masyarakat dan potensi pertanian di daerah tersebut.

“Insyaallah kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta dan langsung terbang ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi di bawah naungan Kementerian Pertanian,” ujar Amran.

Aspirasi Mahasiswa Dibawa ke Lapangan

Menurut Amran, keberanian mahasiswa menyampaikan kondisi masyarakat di daerah patut diapresiasi.

Ia menilai Adriano tidak membawa kepentingan pribadi, melainkan menyampaikan persoalan yang dirasakan masyarakat.

“Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bangga dengan Adriano, ini putra terbaik NTT. Aspirasi seperti ini harus kita kawal karena mereka membaca denyut nadi masyarakat, mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat,” katanya.

Setibanya di Alor, Amran langsung meninjau sejumlah lokasi dan berdialog dengan pemerintah daerah serta masyarakat.

Baca Juga:  Kasus Amsal Sitepu 7 Jaksa Kejari Karo Diperiksa Kejatisu 

Dari peninjauan tersebut, ia menilai sektor pertanian dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemiskinan di Alor.

Beras Harus Terjangkau

Amran mengatakan pemerintah akan menjalankan strategi jangka pendek dan jangka panjang secara bersamaan.

Dalam jangka pendek, pemerintah akan memastikan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya beras, tersedia dengan harga yang terjangkau.

“Di sini kemiskinan masih tinggi. Solusi tercepatnya adalah pertanian. Karena itu, kita kerjakan yang jangka pendek dan jangka panjang sekaligus. Beras kita amankan, benih kita berikan, alsintan dan pompa kita siapkan,” ujarnya.

Amran juga meminta Bulog memastikan stok beras tetap tersedia di Alor dan melakukan operasi pasar apabila terjadi kenaikan harga.

“Beras sudah aman, sudah ada di gudang. Harganya harus sama dengan Jakarta, sekitar Rp13 ribu. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang membeli beras dengan harga Rp25 ribu atau Rp30 ribu. Kalau dibutuhkan, Bulog lakukan operasi pasar,” tegasnya.

Target 10 Ribu Hektare Tanaman

Selain persoalan beras, Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan berupa benih padi dan jagung, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pompa untuk lahan yang memiliki sumber air.

Untuk program jangka panjang, pemerintah mendorong pengembangan komoditas yang dinilai sesuai dengan kondisi Alor, seperti kelapa, kakao dan jambu mete.

Amran bahkan menargetkan pengembangan tanaman mencapai 10 ribu hektare.

Baca Juga:  UINSU Catat 25 Prodi Akreditasi Unggul, Siap Bersaing di Tingkat Global

“Kita targetkan tanaman minimal 10 ribu hektare di Alor. Kalau satu hektare dikelola satu keluarga, berarti ada 10 ribu keluarga yang mendapat sumber penghasilan. Kalau satu keluarga empat orang, sekitar 40 ribu orang bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Ia mengatakan bibit dan biaya tanam akan mendapat dukungan pemerintah sehingga masyarakat tidak terbebani biaya awal.

“Bibitnya dari pemerintah, biaya tanamnya juga dari pemerintah. Gratis untuk rakyat. PPL harus mengawal sampai tumbuh dan berhasil. Ini kesempatan untuk membangun Alor dan mengubah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Amran: Jangan Hanya Bicara dari Jakarta

Dalam peninjauan tanaman kakao, Amran turut mengapresiasi perkembangan tanaman yang telah dibudidayakan masyarakat.

Menurutnya, kakao, kelapa dan mete merupakan investasi jangka panjang yang berpotensi menjadi sumber pendapatan masyarakat selama puluhan tahun.

“Ini masa depan Alor. Kakao, mete, dan kelapa bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Yang penting sekarang kita tanam dengan bibit unggul dan kita kawal sampai berhasil,” ujarnya.

Amran menegaskan, kunjungan langsung tersebut dilakukan untuk memastikan program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan maupun penyaluran bantuan.

“Kita tidak boleh hanya berbicara dari Jakarta. Saya datang ke sini untuk melihat langsung, mendengar langsung, dan langsung memutuskan apa yang harus dikerjakan. Ada program jangka pendek, ada jangka panjang. Dua-duanya kita jalankan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi
Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Condong ke Timur
Pengacara Terdakwa Korupsi Samosir Desak Kejati Sumut Segera Tahan Mantan Pimpinan Bank Mandiri

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 03:54 WIB

Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Berita Terbaru