BPK Ungkap Potensi Kerugian Rp470,7 Miliar di Proyek Tol Cibitung–Cilincing

- Pewarta

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Proyek Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) terungkap belum mampu memberikan kinerja keuangan sesuai harapan. Sejak mulai beroperasi pada 1 April 2023 hingga November 2024, proyek tersebut belum menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutup beban bunga pinjaman.

Temuan tersebut diungkap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHP) Semester I Tahun 2025. Dalam laporan yang ditandatangani Kepala BPK RI Isma Yatun pada September 2025, disebutkan bahwa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo berpotensi mengalami kerugian minimal Rp470,7 miliar dari investasi di proyek JTCC.

Baca Juga:  Heboh Foto Ivan Sugianto di Kantor Polisi: Meja Judi Bakarat Kok Ada di Ruangan Ini?

“Proyek JTCC sejak beroperasi pada 1 April 2023 sampai November 2024 belum menghasilkan pendapatan yang mampu menutup pembayaran beban bunga pinjaman,” tulis BPK dalam laporannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelaksanaannya, pengelola proyek yakni PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (PT CTP) memperoleh pinjaman dari PT Akses Pelabuhan Indonesia (PT API) dengan nilai outstanding mencapai Rp470,70 miliar.

Diketahui, PT API merupakan pemegang saham mayoritas PT CTP sekaligus anak usaha dari Subholding Pelindo Solusi Logistik (SPSL). Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan kerugian yang semakin besar apabila tidak segera ditangani secara strategis.

Baca Juga:  Pesta Pegawai Pelindo Tuai Kecaman, Dinilai Tak Berempati di Tengah Derita Korban Bencana Sumatera

Atas temuan itu, BPK meminta Direktur Utama Pelindo bersama Direksi SPSL untuk segera berkoordinasi dengan para pemegang saham guna merumuskan langkah strategis terkait keberlanjutan investasi proyek JTCC.

“Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah potensi kerugian yang lebih besar di masa mendatang,” tegas BPK.

Temuan ini kembali menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek strategis nasional, khususnya dari aspek kelayakan finansial dan manajemen risiko, agar tidak menjadi beban jangka panjang bagi keuangan negara.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB