BMKG: El Nino Kuat Melanda, Waspada Kekeringan dan Kebakaran Hutan

- Pewarta

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak fase El Nino kuat yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, 31 Juli hingga 6 Agustus 2026.

BMKG melaporkan dampak musim kemarau mulai terlihat di sejumlah daerah, antara lain berupa kekeringan di Jawa Tengah serta meningkatnya jumlah titik panas di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan hasil pemantauan pada 29 Juli 2026, tercatat sebanyak 1.729 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain itu, terdapat 117 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sebagian besar berada di Papua dan Maluku sebanyak 85 titik, disusul Kalimantan 25 titik, Sulawesi empat titik, serta Nusa Tenggara tiga titik,” jelas Prakirawan BMKG Yuni Maharani, di Jakarta, Jumat (31/7).

Baca Juga:  Prabowo Tegaskan Hormat kepada Pakar: Saya Paling Hormat Sama Pakar

BMKG menjelaskan, kondisi iklim global masih didominasi oleh El Niño kuat dengan nilai indeks Niño 3.4 sebesar +2,26 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -28,2.

Kondisi tersebut mendukung prakiraan curah hujan rendah yang akan mendominasi sekitar 91,43 persen wilayah Indonesia pada dasarian I Agustus 2026, sementara 8,57 persen wilayah lainnya diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah.

Meski demikian, hujan lebat masih berpotensi terjadi secara lokal akibat dinamika atmosfer regional. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, gelombang Kelvin, serta bibit Siklon Tropis 94W diperkirakan mampu memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Pada periode 27–29 Juli 2026, hujan lebat hingga sangat lebat masih tercatat di beberapa daerah. Curah hujan tertinggi terjadi di Sumatra Barat mencapai 126 milimeter per hari, disusul Kepulauan Riau 97 milimeter per hari, Aceh 83,5 milimeter per hari, Jawa Barat 53,4 milimeter per hari, dan Sumatera Utara 52,6 milimeter per hari.

Untuk prakiraan cuaca periode 31 Juli hingga 3 Agustus 2026, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan didominasi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status peringatan dini siaga di Aceh, Sumatera Barat, dan Bengkulu.

Baca Juga:  Langkat Masuk Zona Waspada, BMKG Deteksi 48 Titik Panas

Sementara itu, pada periode 4–6 Agustus 2026, cuaca cerah berawan hingga hujan ringan masih mendominasi. Kendati demikian, terdapat potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang di Aceh, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dengan menjaga kesehatan, menghemat penggunaan air bersih, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memicu karhutla.

BMKG juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, termasuk aplikasi Info BMKG dan media sosial resmi, agar dapat melakukan langkah antisipasi secara tepat dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Terbaru

Regional

Suyudi Sebut Bahagia Rangkap Jabatan Kapolri dan Kepala BNN

Sabtu, 24 Okt 2026 - 20:44 WIB

Langkat Terkini

Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:21 WIB