Houthi Serang Arab Saudi: Pesawat Saudia Terbakar di Bandara Riyadh

- Pewarta

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Eskalasi perang Yaman mulai mengancam aktivitas penerbangan dan fasilitas vital Arab Saudi.

Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran tidak hanya menewaskan tiga orang dalam sepekan terakhir, tetapi juga menyebabkan sebuah pesawat milik maskapai nasional Saudia Airlines terbakar saat terparkir di Bandara Riyadh, Kamis, 8 Oktober 2026, waktu setempat.

Menurut tiga sumber yang mengetahui insiden tersebut, pesawat mengalami kerusakan parah setelah terkena serpihan serangan atau proyektil lain. Belum diketahui secara pasti apakah ada korban luka. Namun, pesawat itu diyakini tidak membawa penumpang saat kejadian. Rekaman yang diverifikasi Reuters memperlihatkan asap hitam tebal dan kobaran api membubung dari area bandara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Houthi mengklaim telah menyerang Bandara Riyadh dan memperingatkan para pekerja agar menjauhi fasilitas energi yang mereka sebut sebagai target berikutnya. Secara terpisah, pejabat Arab Saudi menyatakan serpihan rudal yang berhasil dicegat menghantam sebuah taman kanak-kanak dan kompleks medis di Riyadh.

Baca Juga:  Syah Afandin: ASN Langkat Harus Siap Dimutasi, Bukan Hukuman tapi Pengembangan Karier

Serangan tersebut turut mengganggu penerbangan. Maskapai Lufthansa dan Air India menangguhkan penerbangan menuju Riyadh. Data perusahaan analisis penerbangan Cirium menunjukkan hampir separuh jadwal keberangkatan dari Bandara Riyadh telah dibatalkan pada Kamis, waktu setempat. Sebanyak 31 pembatalan tambahan diperkirakan terjadi di seluruh bandara Arab Saudi pada Jumat.

Pemerintah Arab Saudi menyebut serangan Houthi berkaitan dengan dukungan kerajaan terhadap pasukan pemerintah Yaman yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pasukan yang didukung Riyadh pekan ini melancarkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk kawasan strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Konflik yang kembali memanas setelah gencatan senjata pada 2022 itu juga memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman. Sekitar 200.000 orang dilaporkan mengungsi sejak pertempuran kembali berkobar. Di sisi lain, Houthi terus memperluas pengaruhnya dan mengepung Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman, dengan menguasai wilayah di sepanjang jalur pegunungan menuju Aden.

Baca Juga:  Paslon BISA Lawan Korupsi: Mengapa Mereka yang Risih?

Arab Saudi kini meminta dukungan negara-negara sekutu untuk menghadapi serangan tersebut. Turki, anggota NATO, menyatakan akan memberikan bantuan yang terutama bersifat defensif dan teknis, termasuk peralatan militer, berbagi intelijen, serta sistem persenjataan.

Sementara itu, seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat dan seorang pejabat pertahanan Suriah mengatakan Damaskus tengah mempertimbangkan opsi bantuan militer, mulai dari dukungan pertahanan hingga pengerahan pasukan untuk membantu operasi melawan Houthi.

Perluasan konflik ini menambah ketegangan di Timur Tengah, yang sebelumnya telah dilanda perang AS-Iran. Ancaman terhadap bandara, fasilitas energi, dan jalur pelayaran strategis meningkatkan risiko gangguan keamanan serta aktivitas ekonomi di kawasan tersebut

Editor : Fadli

Sumber Berita: RMOL

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Soal Polemik Ijazah Gibran: Sekalian Saja Dipermasalahkan Sarjananya
LBH Medan Desak Kapolda Sumut Sonny Irawan Buktikan Komitmen Reformasi Polri
Dari Perbatasan Aceh, Tiorita Pastikan Pemerintah Hadir hingga Pelosok Langkat
Ada Apa dengan Polres Langkat? Sudah Jadi Tersangka Sejak Mei, Kasus KDRT Masih Berkutat di P-19
Wacana Siswa Tidak Naik Kelas Mulai 2027, Mendikdasmen: Perlu Kajian Akademik
Eks HGU Jadi Persoalan Rumit, BPN Sumut Libatkan Guru Besar USU Cari Jalan Keluar
Hari Ini KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid
MK Ungkap Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:43 WIB

Bobby Nasution Soal Polemik Ijazah Gibran: Sekalian Saja Dipermasalahkan Sarjananya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Houthi Serang Arab Saudi: Pesawat Saudia Terbakar di Bandara Riyadh

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:58 WIB

LBH Medan Desak Kapolda Sumut Sonny Irawan Buktikan Komitmen Reformasi Polri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Dari Perbatasan Aceh, Tiorita Pastikan Pemerintah Hadir hingga Pelosok Langkat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Ada Apa dengan Polres Langkat? Sudah Jadi Tersangka Sejak Mei, Kasus KDRT Masih Berkutat di P-19

Terbaru