Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sejumlah Wilayah, Ini 9 Langkah yang Perlu Dilakukan Warga

- Pewarta

Minggu, 6 September 2026 - 10:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat masyarakat di sejumlah wilayah perlu mewaspadai paparan abu vulkanik.

Berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada Ahad (6/9) pukul 06.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik.

Klaster pertama terpantau dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki dan bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat serta perairan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara klaster kedua terpantau hingga ketinggian 50.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya hingga barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan serta Samudra Hindia.

Abu vulkanik terdiri dari partikel sangat halus yang dapat terbawa angin hingga jauh dari sumber erupsi. Karena itu, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak perlu mengetahui langkah perlindungan apabila hujan abu terjadi.

Berikut 9 langkah yang dapat dilakukan saat abu vulkanik turun:

1. Gunakan masker saat keluar rumah

Kurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar, gunakan masker yang mampu menyaring partikel dengan baik untuk mengurangi abu yang terhirup.

Baca Juga:  Keracunan MBG Makin Marak, SPPG Diusulkan Kena Denda hingga Pidana

2. Tutup pintu, jendela dan ventilasi

Abu dapat masuk ke dalam rumah melalui berbagai celah. Tutup pintu, jendela dan ventilasi sebanyak mungkin selama hujan abu berlangsung.

3. Jangan menyapu abu dalam keadaan kering

Basahi permukaan terlebih dahulu sebelum membersihkan abu. Menyapu dalam kondisi kering dapat membuat partikel halus kembali beterbangan dan mudah terhirup.

4. Lindungi mata

Gunakan kacamata pelindung jika harus berada di luar. Bila mata terkena abu, jangan digosok. Segera bilas dengan air bersih.

5. Tutup makanan dan minuman

Makanan, minuman dan peralatan makan perlu dilindungi dari paparan abu. Bersihkan permukaan yang digunakan untuk menyiapkan makanan.

6. Kurangi aktivitas di luar ruangan

Jika tidak ada kebutuhan mendesak, tetap berada di dalam rumah hingga kondisi kembali aman, terutama ketika paparan abu cukup tebal.

7. Pengendara perlu ekstra hati-hati

Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin. Pengendara, terutama sepeda motor, perlu meningkatkan kewaspadaan dan menunda perjalanan jika kondisi berbahaya.

Baca Juga:  Perbandingan Mencolok Harga Jual Beli Emas Antam: Yordania Lebih Menguntungkan Dibanding Indonesia?

8. Jangan abaikan gangguan pernapasan

Batuk, iritasi mata dan gangguan pernapasan dapat muncul setelah terpapar abu. Jika mengalami sesak napas atau iritasi berat, segera menjauh dari area terdampak dan mencari pertolongan medis.

9. Pantau informasi resmi

Arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin dan atmosfer. Masyarakat disarankan mengikuti informasi BMKG, PVMBG/Badan Geologi, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa wilayah yang masuk dalam analisis sebaran abu tidak selalu berarti telah mengalami hujan abu di permukaan. Kondisi di setiap wilayah dapat berbeda.

Gunung Anak Krakatau masih berada dalam kondisi aktivitas tinggi. Badan Geologi sebelumnya melaporkan aktivitas erupsi dan menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.

Dengan memahami langkah perlindungan tersebut, masyarakat dapat mengurangi paparan abu vulkanik sekaligus tetap mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Terbaru

Langkat Terkini

Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:21 WIB