Jakarta, Langkatoday.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan media berbahasa Rusia, tak lama setelah program tersebut dibahas Prabowo dalam forum ekonomi internasional di Rusia.
Prabowo membicarakan MBG saat menjadi tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University, Vladivostok, Kamis (3/9).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut pemenuhan makanan bergizi bagi anak-anak sebagai salah satu indikator pembangunan yang harus dirasakan masyarakat.
“Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kita dan para ibu mereka yang sedang hamil,” kata Prabowo.
Namun, pada hari yang sama, media Rusia Moskovskij Komsomolets (MK.ru) menerbitkan laporan mengenai kasus dugaan keracunan yang berkaitan dengan program makan gratis di Indonesia. Judulnya, “Hampir 800 orang keracunan akibat makan siang gratis di sekolah.”
MK.ru melaporkan sejumlah siswa dan guru mengalami gejala seperti mual dan muntah. Media tersebut juga menyebut terdapat kasus lain yang menambah jumlah korban dalam sepekan terakhir.
Sorotan berlanjut pada Jumat (4/9). News AM memberitakan sekitar 2.000 siswa dan guru di Indonesia mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan gratis dalam beberapa kasus yang sedang diselidiki.
Salah satu kasus yang disebut terjadi di sebuah sekolah menengah di Lasem, Jawa Tengah, dengan 752 siswa dan 25 guru mengalami gejala.
News AM juga menyoroti kasus di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program utama pemerintahan Prabowo yang ditujukan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Kemunculan pemberitaan tersebut menjadi perhatian karena berlangsung berdekatan dengan pidato Prabowo di Rusia yang menjadikan MBG sebagai salah satu contoh agenda pembangunan Indonesia.
Bagi pemerintah, momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan program berskala besar seperti MBG tidak hanya diukur dari cakupan penerima, tetapi juga jaminan keamanan pangan, kualitas pengolahan, distribusi, serta pengawasan di lapangan.
Editor : Fadli














Komentar