Ketua KPU Georgia Disiram Cat Hitam oleh Partai Oposisi

- Pewarta

Selasa, 19 November 2024 - 10:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Georgia, Giorgi Kalandarishvili disiram cat hitam saat mengumumkan hasil pemilu pada Sabtu (16/11).

Dikutip dari The Guardian, Sabtu, aksi tersebut dilakukan oleh anggota Partai Gerakan Nasional Bersatu (UNM) milik mantan presiden Mikheil Saakashvili, David Kirtadze untuk menolak hasil pemilu di tengah tuduhan kecurangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat insiden itu, Kalandarishvili mengalami cedera pada bagian mata dan harus diperban.

Sementara, Kementerian Dalam Negeri Georgia akan mengadakan penyelidikan atas insiden tersebut.

Partai Oposisi Menolak Hasil Pemilu

Sebelum insiden penyiraman terjadi, pendukung partai oposisi melakukan aksi unjuk rasa di luar gedung parlemen di Tbilisi.

Saat itu, Kalandarishvili mengumumkan, partai berkuasa Georgian Dream telah memenangkan pemilu dengan 53,93 persen suara dan mendapatkan 89 dari 150 kursi parlemen.

Baca Juga:  Netanyahu Ngumpet di Bunker Usai Israel Serang Iran

Pendukung partai oposisi menolak hasil tersebut dengan tuduhan adanya kecurangan dalam pemungutan suara.

Presiden Georgia, Salome Zourabichvili yang berselisih dengan partai penguasa menggambarkan pemungutan suara itu tidak sah, dikutip dari CNN, Sabtu (16/10).

Zourabichvili juga menuduh Rusia melakukan campur tangan, meskipun telah dibantah.

Ia pun turut menyuarakan pemungutan suara ulang dan menegaskan tidak akan mengeluarkan dekrit untuk mengadakan sidang parlemen baru.

Pemilu Diwarnai berbagai Masalah

Pengamat pemilu Eropa yang tidak disebutkan namanya menggambarkan, pemilu parlemen Georgia berlangsung dalam suasana “perpecahan.”

Perpecahan tersebut ditandai dengan berbagai masalah, seperti kasus suap, pemungutan suara ganda, dan kekerasan fisik.

Banyak warga Georgia memandang pemungutan suara tersebut sebagai referendum penting karena negara itu ingin bergabung dengan Uni Eropa.

Uni Eropa sebelumnya menangguhkan proses pendaftaran keanggotaan Georgia tanpa batas waktu pada Juni 2024.

Baca Juga:  Mendagri Diminta Tertibkan Pj Kepala Daerah yang Cawe-cawe di Pilkada 2024

Para kritikus menuduh Partai Georgia Dream menjadi semakin otoriter dan lebih condong ke arah Rusia.

Partai berkuasa tersebut juga baru-baru ini mengadopsi undang-undang yang mirip dengan Rusia untuk menindak kebebasan berbicara dan hak-hak LGBTQ+.

Bantahan Pemerintah

Meski demikian, tuduhan kecurangan pemilu dibantah langsung oleh Partai Georgia Dream, dilansir dari AP News, Sabtu (16/10).

Selain itu, Kalandarishvili menyampaikan, tidak ada bukti yang valid soal kecurangan pemilu.

“Sekali lagi menjadi jelas bahwa tidak ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa pemilu telah dimanipulasi,” jelas Kalandarishvili.

Sementara itu, Perdana Menteri Georgia, Irakli Kobakhidze menegaskan, pemilu berlangsung bebas dan adil.

Menurutnya, parlemen akan tetap melakukan sidang dalam waktu 10 hari setelah pengumuman hasil akhir, bahkan tanpa panggilan presiden. (rel/kmps)

View this post on Instagram

A post shared by Langkatoday.com (@langkatodaycom)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!
Pernah Dipecat PDIP, Bobby Nasution Kini Tegaskan Bertahan di Gerindra

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik

Terbaru