Harga BBM Eceran di Stabat Melonjak hingga Rp25 Ribu per Liter

- Pewarta

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Ilustrasi penjual minyak eceran di Stabat. | Foto: Dokpri. Langkatoday

Ilustrasi penjual minyak eceran di Stabat. | Foto: Dokpri. Langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Langkat mulai dimanfaatkan oleh oknum untuk meraup keuntungan. Di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan BBM di sejumlah SPBU, minyak eceran di wilayah Stabat dilaporkan dijual dengan harga mencapai Rp25 ribu per liter, Kamis (16/7).

Pantauan Langkatoday.com, sejumlah kios dan pedagang eceran menawarkan BBM dengan harga yang jauh di atas harga normal. Kondisi ini terjadi setelah pasokan BBM di beberapa SPBU di Kabupaten Langkat belum sepenuhnya kembali normal sehingga antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah titik.

Baca Juga:  Dolar AS Tiba-Tiba Merosot ke Rp 8.170, Ini Respon Bank Indonesia

Salah seorang warga Stabat mengaku terpaksa membeli BBM eceran karena harus tetap bekerja.

“Kalau tidak beli eceran, kami tidak bisa berangkat kerja. Di SPBU antre panjang, bahkan kadang sudah habis. Terpaksa beli Rp25 ribu per liter,” ujar Poniman kepada Langkatoday.com

Kelangkaan BBM dalam beberapa hari terakhir tidak hanya memicu antrean panjang di SPBU, tetapi juga menyebabkan harga BBM eceran melonjak drastis.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena semakin menambah beban pengeluaran, terutama bagi pengendara yang bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah.

Baca Juga:  Tiorita Tegaskan Komitmen Percepat Penanganan dan Bantuan Korban Banjir di Langkat

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti telah meninjau langsung kondisi di SPBU Perdamaian, Stabat. Pemerintah Kabupaten Langkat juga menyatakan akan berkoordinasi dengan PT Pertamina agar distribusi BBM ke wilayah Langkat kembali normal dan keterlambatan pasokan dapat segera diatasi.

Masyarakat berharap distribusi BBM segera pulih sehingga kelangkaan tidak berlarut-larut dan harga BBM eceran dapat kembali normal. Warga juga meminta pemerintah bersama aparat terkait melakukan pengawasan terhadap praktik penjualan BBM eceran dengan harga yang dinilai memberatkan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejati Sumut Segera Eksekusi Putusan MA, Akuang Dihukum 10 Tahun dan Bayar Rp856,8 Miliar
Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Anak Krakatau Paling Berdampak
Upah Minimum Jepang Naik 5 Persen, Rata-rata Capai Rp132 Ribu per Jam
Nelayan Terjebak Hujan Material Erupsi Anak Krakatau, Panik Sambil Bertakbir
Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sejumlah Wilayah, Ini 9 Langkah yang Perlu Dilakukan Warga
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:08 WIB

Kejati Sumut Segera Eksekusi Putusan MA, Akuang Dihukum 10 Tahun dan Bayar Rp856,8 Miliar

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Anak Krakatau Paling Berdampak

Minggu, 6 September 2026 - 16:37 WIB

Upah Minimum Jepang Naik 5 Persen, Rata-rata Capai Rp132 Ribu per Jam

Minggu, 6 September 2026 - 15:55 WIB

Nelayan Terjebak Hujan Material Erupsi Anak Krakatau, Panik Sambil Bertakbir

Minggu, 6 September 2026 - 10:31 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sejumlah Wilayah, Ini 9 Langkah yang Perlu Dilakukan Warga

Terbaru

Advertorial

Keunggulan dan Contoh Aplikasi Silt Protector

Senin, 7 Sep 2026 - 11:58 WIB

Suasana Kerja di Jepang – Photo by Toriqa Media

Internasional

Upah Minimum Jepang Naik 5 Persen, Rata-rata Capai Rp132 Ribu per Jam

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:37 WIB