Wisata Raja Ampat Ditutup Imbas Pencabutan Izin Tambang

- Kontributor

Jumat, 13 Juni 2025 - 09:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday) Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menutup sementara akses wisata ke sejumlah destinasi unggulan, termasuk spot ikonik Wayag di Distrik Waigio Barat Kepulauan.

Keputusan ini diambil menyusul aksi pemalangan yang dilakukan oleh masyarakat setempat sebagai bentuk protes.

Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, di Sorong, Kamis (12/6), menegaskan bahwa penutupan tersebut dimaksudkan untuk menjaga keselamatan para wisatawan.

“Saya minta supaya aktivitas wisata di Waigio Barat Kepulauan ditutup sementara,” ujarnya.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik empat perusahaan tambang nikel di wilayah Raja Ampat dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri pada Senin (9/6).

Baca Juga:  Tegas! Dikontak Pertamina, Fitra Eri Tolak Tawaran untuk Bantah Isu Pertamax Oplosan

Adapun, empat IUP yang dicabut itu adalah milik PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Melia Raymond Perkasa, dan PT Kawai Sejahtera.

Keputusan pencabutan izin tambang itu memicu reaksi dari masyarakat yang selama ini bekerja di PT Melia Raymond Perkasa dan PT KSM. Merasa terdampak, mereka melakukan pemalangan terhadap spot wisata di Wayag.

Untuk menanggapi hal itu, Pemerintah Raja Ampat melakukan kunjungan ke Pulau Manyaifun dan Batan Pele, Rabu (11/6), untuk melihat kondisi di sana dan sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat.

Baca Juga:  PERMAK Desak Kejati Sumut Usut Dugaan Pungli Rakorwil Kemenag dan Proyek Gedung Rp3 Miliar

“Kita sudah turun ke Pulau Manyaifun dan mendengar aspirasi mereka, itulah yang akan kita bahas dalam kegiatan gelar tikar adat,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa setiap permasalahan yang muncul harus diselesaikan secara bijak guna mengakomodasi seluruh kepentingan masyarakat yang terdampak akibat penutupan tambang nikel.

“Saya minta, mari kita hindari konflik, kita mengedepankan komunikasi yang baik. Tapi pada intinya nanti kita dalam waktu dekat kita gelar tikar adat untuk mencari solusi konkret,” pungkas Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 12:10 WIB

Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Berita Terbaru