Ulah Nabi Palsu: Bikin ‘Ayat’ Katak dan Gajah demi Jawab Tantangan Alquran

- Kontributor

Jumat, 21 Februari 2025 - 20:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

nabi palsu

JAKARTA (Langkatoday)Alquran merupakan kitab suci yang tidak dapat dipalsukan, meski satu huruf pun. Susunan Kitabullah itu tetap sebagaimana adanya, sejak pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.

Keindahan ayat-ayat Alquran membuat manusia terpesona, baik itu era Nabi SAW maupun generasi-generasi sesudahnya. Toh tidak semua jujur mengakui keagungannya.

Misalnya, sang nabi palsu Musailamah al-Kadzdzab. Dia merupakan dedengkot kaum Arab yang menyebar hoaks pasca-wafatnya Rasulullah SAW. Alih-alih ikut dalam barisan kaum Muslimin di bawah panji Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, Musailamah justru mengklaim diri sebagai utusan Allah serta hendak menyerang Madinah.

Di luar kontroversinya sebagai nabi palsu, Musailamah diketahui pernah pula membuat ayat-ayat palsu. Hal itu dimaksudkannya untuk menyaingi keindahan Alquran.

Seperti diceritakan Ahmad Fuad Effendy dalam buku Sudahkah Kita Mengenal al-Qur’an?, ada suatu riwayat yang menukil kisah tersebut. Berikut ini adalah “ayat-ayat” yang ditulis Musailamah al-Kadzdzab.

“Yaa dhifda’ binta dhifda’aini; naqqii maa tunaqqiin; a’laaka fi al-maa`i wa `asfaluka fii ath-thiin.”

Baca Juga:  Khutbah Jumat: Palestina, Simbol Keteguhan Iman dan Persatuan Umat Islam

Artinya: “Hai katak anak dua katak, berkuaklah sesukamu. Bagian atasmu di air bagian bawahmu di tanah.”

Fuad Effendy menuturkan, tidak jelas apa maksud Musailamah dengan gubahannya itu. Mungkin masing-masing baris teks tersebut cenderung ritmis, tetapi maknanya kosong sama sekali.

Hal itu berbeda daripada Alquran, yang penuh hikmah dan terdengar puitis sehingga dapat dihafal. Bahkan, di setiap generasi selalu ada para penghafal Alquran lengkap 30 juz.

Teks tadi bukan satu-satunya karya Musailamah. Ada dua teks lain dari sang nabi palsu itu yang dimaksudkan menyaingi Alquran, khususnya surah al-Fil dan al-Kautsar.

“Al-fiilu, maa al-fiil, wa maa adraaka ma al-fiil; al-fiilu lahu dzanabun wa tsiilun wa khurthuumun thawiil.”

Artinya: “Gajah, apakah itu gajah, tahukah kamu apa itu gajah; gajah mempunyai ekor yang kecil dan belalai yang panjang.”

“Innaa a’thainaa ka al-jamaahir; fashalli li rabbika wa jaahir; inna syani`aka huwa al-kaafir.”

Baca Juga:  Apakah Tenung, Santet, Sihir, dan Sejenisnya Benar-Benar Ada? Ini Pandangan Islam

Artinya: “Sungguh telah kami berikan kepadamu gundukan tanah; maka shalatlah dengan suara keras; sungguh yang mencelamu adalah orang yang kafir.”

Sebenarnya, jauh-jauh hari Alquran sudah menyinggung perihal upaya orang-orang semisal Musailamah al-Kadzdzab. Lihat, misalnya, surah al-Baqarah ayat 23, yang terjemahannya, “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Alquran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surah (saja) yang semisal Alquran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

Tantangan dari Alquran ini sampai sekarang tidak ada yang sanggup. Kalaupun ada upaya-upaya, seperti yang dilakukan Musailamah al-Kadzdzab, hanya menunjukkan kelemahan manusiawi, yakni kata-kata yang tuna-makna dan kosong dari hikmah atau bahkan membingungkan pembacanya.

Adapun nasib Musailamah al-Kadzdzab berakhir secara nahas. Dia dan pasukannya kalah dalam pertempuran di Yamamah. Balatentara Muslimin kala itu dipimpin Khalid bin Walid, yang membawa amanat dari Khalifah Abu Bakar. (rel/rol)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Adha 2026 di Langkat, Warga Rayakan Kebersamaan dan Semangat Berkurban
Sinergi Ulama-Umara: Bupati Syah Afandin Buka Dialog Keislaman MUI Langkat Bersama Tokoh Singapura
KUA Stabat Tetapkan Zakat Fitrah Tahun Ini Rp40 Ribu per Jiwa, Fidyah Rp15 Ribu per Hari
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H di Wilayah Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat
Ustaz Das’ad Latif Soroti Politik Uang dan Peran DPRD di HUT Langkat ke-276
HUT ke-275 Langkat, Talk Show Pasutri Gaungkan Nilai Sakinah Mawaddah Warahmah
Suasana Haru dan Khusyuk Selimuti Haul Ke-102 Tuan Guru Besilam, Pengajian Menggetarkan Hati
Apakah Tenung, Santet, Sihir, dan Sejenisnya Benar-Benar Ada? Ini Pandangan Islam

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:02 WIB

Idul Adha 2026 di Langkat, Warga Rayakan Kebersamaan dan Semangat Berkurban

Senin, 6 April 2026 - 21:40 WIB

Sinergi Ulama-Umara: Bupati Syah Afandin Buka Dialog Keislaman MUI Langkat Bersama Tokoh Singapura

Senin, 9 Maret 2026 - 06:59 WIB

KUA Stabat Tetapkan Zakat Fitrah Tahun Ini Rp40 Ribu per Jiwa, Fidyah Rp15 Ribu per Hari

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:41 WIB

Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H di Wilayah Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat

Senin, 19 Januari 2026 - 12:07 WIB

Ustaz Das’ad Latif Soroti Politik Uang dan Peran DPRD di HUT Langkat ke-276

Berita Terbaru