Tito Karnavian Usul Kepala Daerah Berprestasi Dapat Insentif dari PAD, Ini Alasannya

- Pewarta

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membuka wacana pemberian insentif kepada kepala daerah yang berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, gagasan tersebut layak dikaji karena dinilai dapat mendorong kepala daerah lebih kreatif menggali potensi ekonomi tanpa membebani masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Tito usai menghadiri rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7).

“Ada usulan kepala daerah mereka bisa mendapatkan persentase dari PAD. Menurut saya bagus. Kenapa? Supaya bisa mendorong kepala daerah untuk berpikir berkreasi menaikkan PAD tanpa membebankan rakyat,” ujar Tito.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mendagri, pemberian persentase tertentu dari peningkatan PAD dapat menjadi bentuk apresiasi bagi kepala daerah yang mampu meningkatkan pendapatan daerah melalui inovasi, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta pengembangan potensi ekonomi lokal.

Baca Juga:  Setahun Berdiri, BUMD Langkat Belum Paparkan Capaian Usaha ke Publik

Dengan adanya insentif tersebut, kepala daerah diharapkan tidak hanya bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat, tetapi lebih aktif mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki daerah masing-masing.

Selain mendorong peningkatan kinerja, Tito juga menilai skema insentif tersebut berpotensi menjadi salah satu langkah pencegahan tindak pidana korupsi di daerah.

Menurutnya, apabila kepala daerah memperoleh penghargaan secara legal atas capaian kinerjanya, maka diharapkan dapat mengurangi dorongan untuk mencari keuntungan melalui cara-cara yang melanggar hukum.

Meski demikian, Tito menegaskan bahwa usulan tersebut masih sebatas wacana dan memerlukan kajian komprehensif sebelum diterapkan.

Baca Juga:  Heboh Foto Ivan Sugianto di Kantor Polisi: Meja Judi Bakarat Kok Ada di Ruangan Ini?

“Tinggal dibuat aturannya. Tapi, ini perlu adanya studi dulu, perlu adanya pembicaraan antara kementerian dan lembaga di dalam pemerintah,” katanya.

Ia menambahkan, pembahasan juga harus melibatkan DPR RI mengingat kebijakan tersebut menyangkut tata kelola pemerintahan daerah dan mekanisme pemberian insentif kepada kepala daerah.

“Bila perlu juga berbicara dengan DPR karena ini keputusan penting,” tegas Tito.

Saat ini, usulan pemberian insentif dari peningkatan PAD masih berada pada tahap pembahasan awal. Pemerintah akan mengkaji mekanisme pelaksanaan, besaran insentif, hingga sistem pengawasannya agar kebijakan tersebut berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru