Terkait Harta yang Fantastis, KPK Diminta Periksa Sumber Kekayaan Pejabat Pemkab Langkat Ini

- Pewarta

Minggu, 23 Maret 2025 - 11:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI diminta segera turun ke Kabupaten Langkat untuk mengaudit dan memeriksa sumber harta kekayaan pasangan suami istri (pasutri) pejabat Pemkab Langkat, Sekda Amril Nasution dan istrinya Kepala Bappeda Langkat Rina Wahyuni Marpaung.

Kedua pasutri pejabat Pemkab Langkat ini dinilai memiliki harta kekayaan di luar kewajaran dan selama menjabat diduga terindikasi menerima gratifikasi dari sejumlah kepala desa sewaktu masih menjabat sebagai Kepala Inspektorat Kabupaten Langkat mulai selama 4 tahun, sejak 2017-2021, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama menjabat sebagai Sekdakab sejak 2022 hingga saat ini (2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini dicurigai, pada saat Amril masih menjabat sebagai Kepala BKD Kabupaten Langkat, Amril melaporkan harta kekayaannya hanya memiliki sebesar Rp393.723.620.

Namun, pada saat Amril menjadi Kepala Inpektorat Kabupaten Langkat di tahun 2017, harta kekayaan yang dilaporkan bertambah sangat signifikan menjadi Rp5.367.458.641.

Setahun kemudian, tepatnya di tahun 2018, total harta kekayaan Amril bertambah menjadi Rp7.416.694.580. Di tahun 2019, total harta kekayaannya naik mencapai Rp10.002.807.504.

Selanjutnya masih sebagai Kepala Inspektorat Langkat tahun 2020, total harta kekayaan Amril dilaporkan bertambah menjadi Rp10.691.665.545. Dan di tahun 2021 menjadi Rp10.883.757.430.

Dan selama menjadi Sekda Kabupaten Langkat ditahun 2022, nilai total harta kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp10.978.938.177. Di tahun 2023, total nilai harta kekayaannya sedikit menurun menjadi Rp10.103.041.027.

Ada pun penjabaran total harta kekayaan Sekda Langkat yang dilaporkan di LHKPN priode 2024 yakni:

Tanah dan bangunan Rp5.019.110.000 yang terdiri dari:

  • Tanah dan bangunan seluas 1054 m2/340 m2 di Kota Medan, hasil sendiri Rp2.119.110.000.
  • Tanah dan bangunan seluas 788 m2/735 m2 di Kabupaten Asahan, hibah dengan akta Rp700.000.000.
  • Tanah seluas 877 m2 di Kabupaten Langkat, hasil sendiri Rp100.000.000
  • Tanah dan bangunan seluas 128 m2/120 m2 di Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri Rp2.100.000.000.
Baca Juga:  Aksi Heroik Haji Amrin Warga Tanjung Pura Jadi Tamparan Keras bagi Pejabat

Sementara itu, untuk harta berupa alat transportasi dan mesin sejumlah Rp349.000.000, di antaranya:

  • Motor, Yamaha Solo Tahun 2012, hasil sendiri Rp4.000.000.
  • Motor, Honda Solo Tahun 2015, hasil sendiri Rp5.000.000.
  • Mobil, Honda CRV Tahun 2019, hasil sendiri Rp340.000.000.

Kemudian untuk harta bergerak lainnya yang dimiliki kedua pejabat utama Pemkab Langkat itu sejumlah Rp264.400.00 dan surat berharga Rp0. Sementara kas dan setara kas Rp1.780.531.027, dan harta lainnya Rp2.690.000.000, serta tidak memiliki hutang Rp0.

Dari total harta kekayaan yang dilaporkan ke KPK-RI tersebut diduga masih banyak aset kekayaannya yang tidak dilaporkan. Seperti kepemilikan komplek perumahan mewah di Stabat, komplek perumahan mewah dan cafe di Kecamatan Tanjung Pura, komplek perumahan di sekitar Kecamatan Binjai.

Selain itu, nilai rumah supermewah milik pasangan suami istri ini yang terletak di Jalan Sei Batu Gingging Kecamatan Medan Baru Kota Medan itu senilai puluhan miliar lengkap dengan kolam renangnya.

Di dalam garasi rumah super mewah tersebut, disebut-sebut seperti ‘show room mobil’. Bahkan, selain milik pribadi beberapa unit di antaranya ada mobil dinas yang dijadikan mobilitas keluarga. Di antaranya mobil sedan Toyota Camry dan mobil Toyota Inova yang plat nomor polisinya sudah diganti.

Sementara itu, Kepala Bappeda Langkat Rina Wahyuni Marpaung, disebut-sebut diduga menikmati berbagai anggaran pada saat menyusun berbagai perencanaan kegiatan program daerah.

Laporan harta kekayaan yang dilaporkan Rina Wahyuni Marpaung terlihat menyesuaikan LHKPN suaminya yang menjabat sebagai Sekda Kabupaten Langkat yakni Rp10.103.041.027.

Apalagi, posisi jabatan kedua pasutri ini dinilai sangat strategis sejalan untuk merencanakan pengelolaan yang masuk dalam perencanaan anggaran berbagai kegiatan.

Sebagaimana diketahui, fungsi Sekretariat Daerah (Sekda) adalah membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan daerah dan Sekda juga berfungsi mengkoordinasikan penyusunan kebijakan daerah, nengkoordinasikan pelaksanaan tugas perangkat daerah, melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah, melakukan pembinaan administrasi dan aparatur pemerintah daerah, serta mengelola sumber daya aparatur, keuangan, prasarana, dan sarana pemerintah daerah.

Baca Juga:  Heboh! Bandar Narkoba Ngaku Setor Bulanan ke Polisi Rp 190 Juta, Polda Sumut: Belum Ada Bukti

Selain itu, fungsi Sekda juga melaksanakan pengawasan pemungutan pendapatan daerah, melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah. Sekda juga berperan dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Sementara itu, fungsi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Langkat bertugas merumuskan, merencanakan, dan mengendalikan pembangunan daerah.

Ada pun tugas Kepala Bappeda Kabupaten Langkat, yakni merumuskan dan merencanakan pembangunan daerah, mengendalikan pembangunan daerah, menyusun rencana pembangunan daerah, meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Jangka Pendek Daerah, serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya, serta menyelenggarakan tugas penelitian dan pengembangan.

Terpisah, Pengamat Hukum Harianto Ginting SH MH menegaskan sudah selayaknya KPK RI segera menindaklanjuti berbagai informasi yang disampaikan masyarakat, terkait berbagai indikasi adanya dugaan penerimaan gratifikasi dan upaya pencucian uang dengan memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri sendiri, kelompok atau golongan.

“Melihat dia jabatan strategis pasangan suami istri yang saat ini keduanya memiliki jabatan mentereng dan saling berhubungan erat dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran, sangat besar potensi ‘permainannya’. Apalagi penambahan nilai harta kekayaan keduanya secara bersamaan mengalami kenaikan yang sangat signifikan,” ujar Harianto Ginting yang mendapatkan sertifikat penghargaan di bidang pencegahan korupsi dari KPK-RI tersebut.

Sementara itu, Sekdakab Langkat sama sekali enggan memberikan tanggapan terkait sumber kekayaannya yang diduga merupakan hasil gratifikasi dengan memanfaatkan kewenangan dan jabatannya. (rel/rudi)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Respons Aspirasi Warga, Pemkab Langkat Pastikan Perbaikan Jalan di Kecamatan Binjai Masuki Tahapan Tender
Tiorita Dorong Perbaikan Tanggul Paya Bunder, Tim Provinsi Turun Survei
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB