Tawakal dan Ikhlas dalam Pandangan Imam Al-Ghazali

- Kontributor

Kamis, 9 Januari 2025 - 06:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday)Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali atau yang dikenal sebagai Imam Al-Ghazali dalam kitab Ayyuhal Walad menjelaskan tentang hakikat tawakal dan ikhlas.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, tawakal artinya pasrah diri kepada kehendak Allah dan percaya dengan sepenuh hati kepada Allah. Ikhlas artinya bersih hati dan tulus hati.

Mengenai hakikat tawakal, Imam Al-Ghazali mengatakan tawakal artinya kamu memantapkan itikad kamu dengan janji-janji Allah SWT. Yaitu kamu beritikad bahawasanya segala apa yang telah ditakdirkan bagi kamu itu pasti akan sampai kepada kamu. Tidak mungkin tidak sampai kepada kamu walaupun seluruh makhluk yang ada di alam ini berusaha menghalanginya.

Baca Juga:  UAH Ungkap Rahasia Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadan

Sebaliknya, apa-apa yang telah ditakdirkan bukan untuk kamu sudah pasti ia tidak akan sampai kepada kamu, walaupun semua makhluk berusaha untuk menyampaikannya kepada kamu.

Imam Al-Ghazali menjelaskan hakikat ikhlas. Ikhlas artinya kamu menjadikan segala amalan kamu hanya untuk Allah SWT dan hati kamu tidak merasa senang dengan pujian manusia. Kamu juga tidak peduli dengan celaan manusia.

Perkara Ubudiyah

Mengenai ubudiyah, Imam Al-Ghazali menjelaskan ubudiyah mengandungi tiga perkara. Pertama, menjaga hukum-hukum syariat. Kedua, ridho dengan qada dan qadar. Ketiga, kamu mencari keridhaan Allah SWT walaupun kamu terpaksa meninggalkan kehendak diri kamu sendiri.

Baca Juga:  Imam Malik Didera Hingga Berlumuran Darah Usai Nasihati Khalifah

Imam Al-Ghazali dalam bukunya juga menjelaskan ilmu tasawuf itu mempunyai dua unsur. Pertama, istiqamah (tetap pendirian). Kedua, baik sikapnya terhadap mahkluk.

Maka, siapa yang tetap pendiriannya dan baik akhlaknya dengan manusia dan bergaul dengan lemah lembut, maka orang itu adalah seorang sufi. Istiqamah bermakna ia mengorbankan segala kehendak nafsunya untuk mendapatkan keindahan peribadinya

Kamu tidak memaksa manusia mengikut kehendak kamu, bahkah sebaliknya kamu memaksakan diri kamu untuk melayani kehendak mereka, selama tidak ada di sana perkara yang menyalahi hukum Allah SWT atau syariat. (rel/rol)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Adha 2026 di Langkat, Warga Rayakan Kebersamaan dan Semangat Berkurban
Sinergi Ulama-Umara: Bupati Syah Afandin Buka Dialog Keislaman MUI Langkat Bersama Tokoh Singapura
KUA Stabat Tetapkan Zakat Fitrah Tahun Ini Rp40 Ribu per Jiwa, Fidyah Rp15 Ribu per Hari
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H di Wilayah Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat
Ustaz Das’ad Latif Soroti Politik Uang dan Peran DPRD di HUT Langkat ke-276
HUT ke-275 Langkat, Talk Show Pasutri Gaungkan Nilai Sakinah Mawaddah Warahmah
Suasana Haru dan Khusyuk Selimuti Haul Ke-102 Tuan Guru Besilam, Pengajian Menggetarkan Hati
Apakah Tenung, Santet, Sihir, dan Sejenisnya Benar-Benar Ada? Ini Pandangan Islam

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:02 WIB

Idul Adha 2026 di Langkat, Warga Rayakan Kebersamaan dan Semangat Berkurban

Senin, 6 April 2026 - 21:40 WIB

Sinergi Ulama-Umara: Bupati Syah Afandin Buka Dialog Keislaman MUI Langkat Bersama Tokoh Singapura

Senin, 9 Maret 2026 - 06:59 WIB

KUA Stabat Tetapkan Zakat Fitrah Tahun Ini Rp40 Ribu per Jiwa, Fidyah Rp15 Ribu per Hari

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:41 WIB

Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H di Wilayah Kota Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat

Senin, 19 Januari 2026 - 12:07 WIB

Ustaz Das’ad Latif Soroti Politik Uang dan Peran DPRD di HUT Langkat ke-276

Berita Terbaru