Siswa Keracunan MBG, Kepala Badan Gizi Nasional Ternyata Ahli Serangga Bukan Ahli Gizi

- Kontributor

Sabtu, 27 September 2025 - 09:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana

Jakarta, Langkatoday – Sosok Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana, mendadak ramai diperbincangkan publik. Namanya menjadi sorotan setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Gibran justru menuai kritik keras.

Alih-alih meningkatkan kesehatan siswa, program MBG kini dinilai menjadi ancaman keselamatan. Dalam sepekan terakhir, ribuan siswa di berbagai daerah dilaporkan mengalami keracunan massal, bahkan ditemukan pula belatung di dalam menu makanan.

Publik makin penasaran dengan sosok Dadan Hindayana yang memimpin BGN. Pasalnya, latar belakang akademiknya bukan di bidang gizi, melainkan entomologi atau ilmu tentang serangga.

Profil Dadan Hindayana

Lahir di Garut, Jawa Barat, 10 Juli 1967, Dadan Hindayana dikenal sebagai akademisi pertanian dan entomologis. Ia menempuh pendidikan Sarjana Proteksi Tanaman di IPB (1986–1990), lalu melanjutkan studi S2 Entomologi Terapan di University of Bonn, Jerman (1995–1997), serta S3 Entomologi di Leibniz Universität Hannover (2000).

Kariernya banyak dihabiskan sebagai dosen di Fakultas Pertanian IPB, mengajar bidang ekologi, pengendalian hama, hingga kewirausahaan pertanian. Ia juga aktif menulis lebih dari 20 publikasi ilmiah tentang serangga, hama, dan proteksi tanaman.

Baca Juga:  Viral Main Golf Bareng Caddy Seksi saat Bencana, Kepala BGN : Lagi Galang Donasi

Pada 19 Agustus 2024, lewat Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Kepala BGN, menjadikannya pejabat pertama yang memimpin lembaga baru hasil Perpres No. 83 Tahun 2024.

Polemik Program MBG

Sejak diluncurkan, MBG sudah menimbulkan banyak persoalan. Data menunjukkan ada 5.626 kasus keracunan di 16 provinsi, dengan Jawa Barat menempati posisi tertinggi yakni 2.051 kasus.

Kasus terbaru terjadi di Lampung, tepatnya SDN 1 Karang Agung, Kabupaten Tanggamus. Video yang beredar memperlihatkan lauk telur dan sayur MBG dipenuhi larva belatung. Pihak sekolah langsung menghentikan pembagian makanan.

“Untung ketahuan, coba kalau sudah dibagi dan dimakan, yang jadi korban kan anak-anak kami,” ujar Sulaiman, salah satu wali murid.

Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, hingga kini belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden tersebut.

Baca Juga:  Kadisdik di Batam Kerahkan Ribuan Siswa dan Guru Dukung MBG, Pakai Jurus Ngancam

Evaluasi dari Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan mengevaluasi menyeluruh pelaksanaan MBG. Ia menyoroti kualitas makanan dan kemampuan vendor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menyediakan makanan higienis.

“Kalau ternyata tidak mampu dan angka keracunan tetap tinggi, tentu harus ada evaluasi. Vendor yang tidak sesuai dengan harapan harus diganti,” tegas Dedi.

Meski belum ada korban jiwa, Dedi mengakui banyak siswa mengalami trauma akibat kasus keracunan MBG. Ia menilai ada ketimpangan antara jumlah penerima MBG dengan kapasitas SPPG, ditambah jarak distribusi yang terlalu jauh.

“Misalnya, masaknya jam 1 malam tapi disajikan jam 12 siang. Jarak waktunya terlalu lama, itu perlu dievaluasi,” jelasnya.

Publik Minta Jawaban

Dengan ribuan siswa terdampak, publik kini mempertanyakan keseriusan pemerintah dan peran BGN di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana. Dari seorang ahli serangga menjadi penentu kebijakan gizi nasional, sosok Dadan seolah berada di pusaran polemik yang belum kunjung reda.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027
Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita
Tiorita Promosikan Produk Unggulan Langkat di APKASI Otonomi Expo 2026

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Kamis, 3 September 2026 - 04:06 WIB

Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal

Selasa, 1 September 2026 - 15:55 WIB

Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027

Berita Terbaru