Pemerintah Rencanakan Hentikan Impor BBM dari Singapura, Alihkan ke Timur Tengah dan AS

- Pewarta

Sabtu, 10 Mei 2025 - 05:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

JAKARTA (Langkatoday) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura dalam enam bulan ke depan. Langkah ini akan dilakukan secara bertahap, dengan pengurangan awal sebesar 50–60 persen, hingga akhirnya mencapai nol persen.

Menurut Bahlil, sekitar 54–59 persen impor BBM Indonesia saat ini berasal dari Singapura. Namun, setelah evaluasi, ditemukan bahwa harga BBM dari Singapura setara atau bahkan lebih mahal dibandingkan dengan harga dari negara-negara Timur Tengah, meskipun secara geografis Singapura lebih dekat. Hal ini menjadi salah satu alasan utama di balik keputusan untuk mengalihkan impor ke negara lain.

Baca Juga:  Kepentingan Bangsa Jadi Pertimbangan Utama Amnesti Hasto dan Abolisi Tom Lembong

Selain pertimbangan harga, Bahlil juga menyoroti aspek geopolitik dan geoekonomi sebagai faktor pendorong perubahan kebijakan ini. Ia menekankan pentingnya menciptakan keseimbangan dalam hubungan internasional dan memastikan bahwa Indonesia tidak terlalu bergantung pada satu sumber impor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mendukung rencana ini, pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) sedang membangun infrastruktur pelabuhan yang mampu menampung kapal tanker berukuran besar. Selama ini, impor BBM dari Singapura menggunakan kapal berukuran kecil, sehingga pembangunan dermaga baru diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan memungkinkan pengiriman BBM dalam jumlah besar dari Timur Tengah atau Amerika Serikat.

Baca Juga:  Rumah Ahmad Sahroni Dikepung, Netizen Minta Jangan Dibakar

Bahlil juga menyebutkan bahwa pemerintah telah menjalin perjanjian dengan Amerika Serikat untuk membeli beberapa produk energi, termasuk BBM, minyak mentah (crude), dan gas petroleum cair (LPG). Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada kontrak jangka panjang yang diputuskan dalam proses ini, karena pembelian BBM dilakukan melalui pasar spot, yang memungkinkan fleksibilitas dalam pengadaan.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kedaulatan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada satu sumber impor, sekaligus menyesuaikan dengan dinamika harga dan kondisi geopolitik global. (rel)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru