Mendagri Tito Buka-bukaan: Ini Dia Biang Kerok BUMD Sakit, Timses Jadi ‘Penyakit’ Utama?

- Pewarta

Jumat, 18 Juli 2025 - 06:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa mayoritas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia berada dalam kondisi yang tidak sehat.

Salah satu penyebab utamanya, menurut Tito, adalah penempatan anggota tim sukses (timses) kepala daerah sebagai direksi dan komisaris BUMD tanpa mempertimbangkan profesionalisme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total 1.091 BUMD di seluruh Indonesia, hanya sekitar 40 persen yang dinyatakan sehat. Bahkan, Tito merincikan bahwa 300 BUMD di antaranya mengalami kerugian.

“Ya itu yang rugi. Belum lagi yang kurang begitu sehat. Yang sehatnya sendiri lebih kurang, kalau enggak salah 40-an persen yang betul-betul sehat,” ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/7).

Baca Juga:  Emas 'To The Moon'! Harga Emas Pegadaian Tembus Rp 3 Juta, Antam Ikut Melonjak

Tito juga memberikan contoh ekstrem adanya BUMD yang hanya mencatat keuntungan Rp87 juta per tahun, sementara biaya operasionalnya mencapai Rp30 miliar.

“Itu kan besar cost-nya daripada untungnya. Kalau harusnya bisa dikelola lebih baik,” kritiknya.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa masalah utama yang membuat BUMD tidak sehat adalah kurangnya profesionalisme. 

Ia tidak menampik kemungkinan anggota timses menduduki posisi di BUMD, namun ia menekankan pentingnya kompetensi.

Baca Juga:  Rupiah Kembali Terpukul, Jadi Mata Uang Asia Paling Melemah Hari Ini

“Beberapa permasalahan yang membuat tidak sehat? Di antaranya yang paling pertama enggak profesional. Ya, kadang-kadang banyak yang di BUMD dari tim sukses,” kata Tito.

“Ya, boleh juga asal profesional. Tapi kalau enggak profesional, jadi beban, baik direksi maupun komisaris ataupun pegawai,” imbuhnya.

Selain masalah profesionalisme, Tito juga menyebut transparansi dan permodalan sebagai faktor lain yang berkontribusi pada kondisi tidak sehatnya BUMD.

Namun, ia kembali menegaskan bahwa profesionalisme adalah masalah utama yang harus segera diatasi.

“Tapi yang paling utama saya kira masalah profesionalisme,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru