Korban Meninggal akibat Banjir dan Longsor di Sumut Bertambah Jadi 62 Orang

- Kontributor

Jumat, 28 November 2025 - 13:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

MEDAN, LANGKATODAY – Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara terus bertambah. Polda Sumut mencatat, hingga data terbaru dirilis, sudah 62 orang meninggal dunia di berbagai kabupaten/kota yang terdampak.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry, mengatakan bahwa total ada 222 korban akibat bencana alam yang melanda provinsi tersebut dalam beberapa hari terakhir. Selain korban meninggal, ratusan warga lainnya mengalami luka-luka dan puluhan masih dinyatakan hilang.

“Sebanyak 222 orang menjadi korban dalam bencana ini. 62 orang di antaranya meninggal dunia, luka berat 13 orang, luka ringan 82 orang, dan yang masih dalam pencarian sebanyak 65 orang,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Baca Juga:  BMKG Sebut UV di Sumut Sangat Ekstrem, Warga Langkat Keluhkan Panas dan Debu Jalan Rusak

Wilayah Terparah: Tapteng, Sibolga, Taput, Tapsel, dan Medan

Bencana banjir dan longsor dipicu curah hujan ekstrem yang berlangsung sejak awal pekan. Lima daerah tercatat mengalami kerusakan dan korban terbanyak, yakni:

  • Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng)
  • Kota Sibolga
  • Kabupaten Tapanuli Utara (Taput)
  • Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)
  • Kota Medan

Selain korban jiwa, ribuan warga terpaksa mengungsi untuk menghindari bahaya banjir dan longsor susulan.

“Sebanyak 9.845 orang terdampak masih mengungsi di lokasi yang telah disediakan,” kata Ferry.

Bertambah 7 Wilayah Terdampak Baru

Polda Sumut juga melaporkan adanya penambahan wilayah yang kini ikut terdampak bencana. Tujuh daerah tersebut adalah:

  • Kota Medan
  • Kabupaten Deli Serdang
  • Kabupaten Tanah Karo
  • Kota Tebing Tinggi
  • Kabupaten Batubara
  • Kabupaten Asahan
  • Kota Binjai
Baca Juga:  Walhi Sumut "Semprot" Polres Langkat: Penegakan Hukum Lingkungan Terburuk, Polisi Takut Mafia Mending Jadi Petani!

Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama rentetan bencana banjir dan longsor di wilayah-wilayah tersebut.

Pencarian dan Penanganan Terus Dilakukan

Hingga kini, proses pencarian 65 korban yang masih hilang terus dilakukan oleh personel gabungan TNI–Polri, BPBD, Basarnas, dan relawan. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan posko, dapur umum, serta layanan kesehatan darurat di wilayah-wilayah terdampak.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 12:10 WIB

Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Berita Terbaru