Kantor Dirantai, Massa DPN Geruduk PT Kraton Medan Tuntut Pesangon Rp63 Juta Segera Dibayar!

- Kontributor

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Puluhan massa yang tergabung dalam organisasi Dewan Peduli Negeri (DPN) mengepung kantor PT Kraton di Jalan Timor, Medan, Rabu (13/5). Aksi unjuk rasa ini merupakan buntut dari belum dibayarkannya hak pesangon salah seorang pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Massa menilai perusahaan tidak patuh pada hukum, padahal putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Medan telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Abaikan Putusan Pengadilan

Berdasarkan putusan pengadilan, PT Kraton diwajibkan untuk membayarkan kompensasi pesangon kepada mantan pekerjanya sebesar Rp63 juta. Namun, hingga aksi ini digelar, pihak perusahaan disebut terus mengulur waktu dan belum merealisasikan pembayaran tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator aksi, Reza Nasution, dalam orasinya menegaskan bahwa hak pekerja adalah harga mati yang dilindungi undang-undang.

“Jangan abaikan hak pekerja! Putusan pengadilan sudah inkrah. Kami meminta PT Kraton segera membayarkan pesangon tersebut. Jika tuntutan ini tidak diindahkan, kami akan kembali dengan massa yang jauh lebih besar!” tegas Reza di tengah cuaca terik Kota Medan.

Pemandangan Ganjil: Kantor Dirantai dari Luar

Suasana aksi sempat diwarnai keheranan massa ketika melihat kondisi kantor PT Kraton. Saat massa tiba, pintu kantor terlihat dirantai dari bagian luar dan tampak tidak ada aktivitas operasional. Informasi yang dihimpun, sejumlah pekerja bahkan sudah dipulangkan lebih awal sebelum massa tiba di lokasi.

Langkah ini dinilai DPN sebagai upaya perusahaan untuk menghindari dialog serta lari dari tanggung jawab atas putusan pengadilan.

Ancam Eskalasi Massa

DPN menegaskan tidak akan berhenti melakukan pengawalan hingga hak pekerja dipenuhi 100 persen. Mereka juga mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan instansi terkait untuk turun tangan mengawasi pelaksanaan putusan pengadilan oleh perusahaan-perusahaan yang membandel.

Hingga aksi membubarkan diri, belum ada perwakilan dari PT Kraton yang memberikan keterangan resmi terkait alasan keterlambatan pembayaran pesangon maupun kondisi kantor yang digembok tersebut.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita
Mobil Dinas RSUD Djoelham Binjai Diduga Menunggak Pajak, BPKPAD: Tidak Tercatat di Aset Pemko
MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh
Yaqub Menyesal Beri Rp1 Miliar ke Ondim: Istri Sedang Hamil, Ibu Meninggal Saat Saya Ditangkap
KPK Periksa Tiga Pejabat Disdik dan Kades Ara Condong Terkait Kasus Syah Afandin
Anggota Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Terduga Pelaku Ditangkap
Tega! Marbot Masjid di Lampung Cabuli Gadis Disabilitas 5 Kali di Gudang
Suyudi Sebut Bahagia Rangkap Jabatan Kapolri dan Kepala BNN

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:23 WIB

KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:10 WIB

MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Yaqub Menyesal Beri Rp1 Miliar ke Ondim: Istri Sedang Hamil, Ibu Meninggal Saat Saya Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:19 WIB

KPK Periksa Tiga Pejabat Disdik dan Kades Ara Condong Terkait Kasus Syah Afandin

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Anggota Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Terduga Pelaku Ditangkap

Terbaru

Gedung KPK

Hukum

KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:23 WIB