Hasil Swadaya Warga, MAN 1 Langkat Jadi Satu-satunya Pengungsian di Tanjung Pura

- Pewarta

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangannya kepada masyarakat saat meninjau posko pengungsi di MAN 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025). Foto: BPMI Setpres.

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangannya kepada masyarakat saat meninjau posko pengungsi di MAN 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025). Foto: BPMI Setpres.

Stabat, Langkatoday.com – Sekitar 950 warga terdampak banjir di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, mengungsi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Langkat pada minggu pertama pascabanjir. Lokasi pengungsian ini dibuka atas inisiatif dan swadaya masyarakat, karena menjadi satu-satunya kawasan yang masih berupa daratan saat hampir seluruh wilayah Tanjung Pura terendam banjir.

Banjir besar melanda wilayah tersebut akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Pulau Sumatra sejak akhir November hingga awal Desember. Sejumlah warga menyebut ketinggian air bahkan melebihi atap rumah, memaksa mereka menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

MAN 1 Langkat kemudian menjadi tempat perlindungan warga dari berbagai desa. Para pengungsi menempati ruang-ruang kelas dengan penerangan terbatas dan ketersediaan logistik yang belum stabil. Meski demikian, bantuan dari relawan terus berdatangan dan dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman para pengungsi.

Baca Juga:  10 Daerah Rawan jadi Pintu Masuk Narkoba ke Indonesia

Koordinator Pengungsian MAN 1 Langkat, Januar Nasution, mengatakan lokasi pengungsian dibuka berdasarkan kesepakatan antara masyarakat dan pihak madrasah, tanpa inisiatif awal dari pemerintah.

“Ini hasil kesepakatan dan inisiatif kami bersama pihak madrasah. Mereka merespons dengan rasa kemanusiaan dan mendukung kami,” ujar Januar seperti dilansir dari laman suarausu, Ahad (14/12).

Seiring waktu, bantuan dari pemerintah mulai diterima melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah kabupaten, dan jajaran terkait.

“Sudah ada Starlink untuk menghubungi keluarga, begitu juga akses air bersih,” jelasnya.

Namun, keterbatasan logistik masih menjadi persoalan utama. Bantuan yang datang dinilai belum mencukupi dan tidak rutin, sehingga pembagiannya harus dilakukan secara merata meski jumlahnya terbatas.

“Walaupun sedikit, tetap kami bagi rata. Dalam satu ruangan kadang ada sebelas kepala keluarga, jadi pembagiannya cukup sulit,” ungkap Januar.

Baca Juga:  Tiorita Tegaskan Komitmen Percepat Penanganan dan Bantuan Korban Banjir di Langkat

Hal serupa disampaikan Fauziah, salah seorang pengungsi, yang menilai distribusi logistik di lokasi belum sepenuhnya merata.

“Pembagiannya tidak merata, banyak yang dibagikan saat sebagian masyarakat sedang pulang,” ujarnya.

Menurut data pengelola posko, jumlah pengungsi yang semula sekitar 900 orang kini berkurang menjadi sekitar 600 orang. Meski demikian, arus bantuan logistik masih terus mengalir ke lokasi pengungsian.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi pengungsian di MAN 1 Langkat tergolong cukup layak, dengan keberadaan dapur umum, posko pelayanan terpadu, serta ruang kelas yang memadai. Namun, keterbatasan logistik tetap menjadi tantangan utama, terlebih mengingat lokasi pengungsian ini dibuka atas swadaya masyarakat, bukan inisiatif awal pemerintah.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ustaz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan
Hutama Karya Bayar PBB-P2 Rp15,91 Miliar, Tiorita Dorong Kontribusi ke UMKM Langkat
Pertamina Bayar PBB-P2 Rp11,95 Miliar, Tiorita Apresiasi Kepatuhan Pajak
BREAKING NEWS: Presiden Prabowo Copot Menteri Keuangan Purbaya
Polisi Sebut Wanita yang ‘Digoyang’ Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Sosok Sika Ae, Wanita Simpanan Biksu yang Digoyang di Meja Makan
Target Pengaspalan Jalan Nasional Gebang-Hinai Dimulai 30 September
Plt Bupati Tiorita Gerak Cepat, Gubsu Bobby Pastikan Jalur Langkat-Karo Diperbaiki Oktober 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 03:14 WIB

Ustaz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan

Selasa, 15 September 2026 - 02:41 WIB

Hutama Karya Bayar PBB-P2 Rp15,91 Miliar, Tiorita Dorong Kontribusi ke UMKM Langkat

Selasa, 15 September 2026 - 02:34 WIB

Pertamina Bayar PBB-P2 Rp11,95 Miliar, Tiorita Apresiasi Kepatuhan Pajak

Senin, 14 September 2026 - 16:04 WIB

BREAKING NEWS: Presiden Prabowo Copot Menteri Keuangan Purbaya

Senin, 14 September 2026 - 12:43 WIB

Polisi Sebut Wanita yang ‘Digoyang’ Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Terbaru