Dua Kampung Bali di Sumut, Warisan Letusan Gunung Agung yang Kini Jadi Destinasi Wisata

- Kontributor

Jumat, 26 September 2025 - 11:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday)Tak banyak yang tahu, di Sumatra Utara terdapat dua Kampung Bali yang masih lestari hingga kini. Keduanya berada di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Kabupaten Langkat. Meski terpisah lokasi, keduanya punya akar sejarah sama: migrasi warga Bali pasca letusan dahsyat Gunung Agung pada 1963.

Para pendatang dari Pulau Dewata itu menetap tanpa meninggalkan tradisi dan keyakinannya, sehingga komunitas Hindu Bali tetap eksis di tanah perantauan. Kini, keberadaan kampung-kampung ini tak hanya menjadi pusat kebudayaan, tetapi juga destinasi wisata religi dan budaya.

Kampung Bali Desa Pegajahan, Sergai

Kampung Bali pertama berada di Desa Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, sekitar tiga jam perjalanan dari Medan. Komunitas ini bermula ketika PTPN IV menampung sekitar 53 kepala keluarga (200 jiwa) pengungsi Gunung Agung untuk bekerja di Kebun Adolina.

Sebagian besar kontrak kerja berlangsung enam tahun, namun banyak yang memilih menetap dan membangun rumah di kawasan tersebut. Hidup berdampingan dengan berbagai etnis lain, warga Bali tetap menjaga identitas budayanya.

Baca Juga:  3 Kali Terekam CCTV, Pasutri Pembobol Masjid di Asahan Ditangkap

Ciri khas kampung ini terlihat dari patung ukir serta tradisi Hindu Bali yang terus dipelihara. Pada 1989, mereka mendirikan Pura Penataran Dharmaraksaka di Dusun II B. Pura seluas satu rantai ini dibagi menjadi tiga bagian (nista, madya, utama) dengan bangunan persembahan khas Hindu Bali, seperti Patung Saraswati dan Anmasana.

Kampung Bali Desa Paya Tusam, Langkat

Kampung Bali kedua berada di Desa Paya Tusam, Kecamatan Sei Wampu, Kabupaten Langkat, sekitar 30 kilometer dari Kota Binjai. Kampung ini berdiri pada 1973 di atas lahan yang saat itu dikenal sebagai Tanah Negara Bebas (TNB).

Awalnya, 15 kepala keluarga warga Bali yang habis masa kontrak kerjanya di perkebunan Wampu menetap di sini. Seiring waktu, jumlah penduduk bertambah dan aktivitas keagamaan pun makin berkembang.

Tahun 1976, warga membangun Pura Penataran Agung Widya Loka Nata, dan sejak 1988 pendidikan Agama Hindu mulai diajarkan di sekolah setempat. Hingga kini, upacara keagamaan seperti Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka rutin digelar, menjadikan kampung ini salah satu pusat kehidupan spiritual Hindu Bali di Sumut.

Jejak Migrasi yang Jadi Warisan Budaya

Baik di Sergai maupun di Langkat, Kampung Bali menjadi saksi bagaimana migrasi akibat bencana bisa melahirkan jejak budaya yang lestari. Tradisi, pura, hingga perayaan agama Hindu Bali yang hidup berdampingan dengan masyarakat setempat kini menjadi daya tarik wisata tersendiri.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KONI Kecamatan Binjai Gelar Pekan Olahraga Siswa 2026 Secara Gratis, Wujud Nyata Pembinaan Atlet Muda Berprestasi
Mahasiswi STKIP Al Maksum Sabet Dua Juara di MTQ PERTI Sumut
607 Sumur Minyak Rakyat di Langkat Bakal Dilegalkan dan Dikelola BUMD!
Dihempas Angin Kencang, Pohon Tumbang Dekat RM Cabe Ijo Stabat Timpa Ruko hingga Ambruk dan Picu Macet Parah
Raih WTP dari BPK RI, Syah Afandin: Ini Hasil Kerja Keras OPD yang Sudah Lama Saya Tunggu
Warga Kecamatan Binjai Kecewa, Legislator Fraksi Demokrat Dapil II Langkat Dinilai Tak Hadir Saat Aksi Jalan Rusak
Idul Adha 2026 di Langkat, Warga Rayakan Kebersamaan dan Semangat Berkurban
Syah Afandin Resmi Buka Jamcab Langkat, Pramuka Diminta Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:08 WIB

KONI Kecamatan Binjai Gelar Pekan Olahraga Siswa 2026 Secara Gratis, Wujud Nyata Pembinaan Atlet Muda Berprestasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:26 WIB

Mahasiswi STKIP Al Maksum Sabet Dua Juara di MTQ PERTI Sumut

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:02 WIB

607 Sumur Minyak Rakyat di Langkat Bakal Dilegalkan dan Dikelola BUMD!

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:02 WIB

Dihempas Angin Kencang, Pohon Tumbang Dekat RM Cabe Ijo Stabat Timpa Ruko hingga Ambruk dan Picu Macet Parah

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:19 WIB

Raih WTP dari BPK RI, Syah Afandin: Ini Hasil Kerja Keras OPD yang Sudah Lama Saya Tunggu

Berita Terbaru