Bukan di Bali, Ekowisata Mangrove di Langkat Ini Jadi Incaran Turis Mancanegara!

- Pewarta

Rabu, 24 September 2025 - 12:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi
Pantai Cemara di kawasan konservasi dan ekowisata Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut, Senin (22/9/2025) (Foto: RRI/Raihan Putri)

STABAT (Langkatoday) – Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading menjadi satu-satunya hutan mangrove di pesisir Sumatra Utara yang kini tak hanya berfungsi sebagai kawasan konservasi, tetapi juga berkembang menjadi destinasi ekowisata. Dikelola oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, kawasan ini kian diminati wisatawan, bahkan hingga mancanegara.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Amenson Girsang, menyebut BBKSDA Sumut memiliki program pemberdayaan masyarakat yang mencakup 17 desa di sekitar SM Karang Gading–Langkat Timur Laut. Salah satunya adalah Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

Baca Juga:  Danau Lau Kawar: Permata Tersembunyi di Kaki Gunung Sinabung

“Untuk Desa Tanjung Ibus, pemberdayaan dilakukan melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) Mangrove Sejahtera, dengan menjadikan wilayah desa sebagai kawasan ekowisata. Mereka memilih program wisata alam, jadi kami dukung penuh,” ujar Amenson, Senin (23/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KTH Mangrove Sejahtera, Aliandi, menjelaskan ekowisata mangrove di Tanjung Ibus menawarkan beragam aktivitas, mulai dari camping ground, susur sungai dengan sampan, hingga kunjungan ke Pulau Burung, Pantai Cemara, dan hutan adat di Desa Jaring Halus.

Baca Juga:  Wisata Langkat: Tempat-tempat Menakjubkan yang Wajib Kalian Kunjungi

“Selain itu, ada juga kegiatan herping, yaitu mencari dan mendokumentasikan reptil seperti ular, biawak, hingga buaya. Kami juga menyediakan aktivitas birdwatching bagi pecinta burung, karena banyak spesies endemik yang hidup di kawasan mangrove ini,” jelas Aliandi.

Menurutnya, kehadiran wisatawan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal. “Kami berharap BBKSDA terus membina kami, sehingga ekowisata ini bisa lebih dikenal luas dan menjadi kebanggaan Langkat di mata dunia,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan
Langkat Go International! Gandeng UNDP, Syah Afandin Bidik Pembangunan Kelas Dunia di Bukit Lawang hingga Tangkahan
Dua Kampung Bali di Sumut, Warisan Letusan Gunung Agung yang Kini Jadi Destinasi Wisata
Ngeriii… Jalan Menuju Wisata Tangkahan Siap Makan Korban
Bupati Langkat Bantah Miliki Villa di Kawasan Hutan Lau Demak
Pantai Sengon, Destinasi Wisata Tersembunyi di Langkat yang Kian Populer
Tangkahan, Surga Tersembunyi di Langkat: Sensasi Wisata Alam dan Konservasi Gajah di Jantung Sumatera Utara
Danau Lau Kawar: Permata Tersembunyi di Kaki Gunung Sinabung

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:05 WIB

Langkat Go International! Gandeng UNDP, Syah Afandin Bidik Pembangunan Kelas Dunia di Bukit Lawang hingga Tangkahan

Jumat, 26 September 2025 - 11:34 WIB

Dua Kampung Bali di Sumut, Warisan Letusan Gunung Agung yang Kini Jadi Destinasi Wisata

Rabu, 24 September 2025 - 12:38 WIB

Bukan di Bali, Ekowisata Mangrove di Langkat Ini Jadi Incaran Turis Mancanegara!

Senin, 8 September 2025 - 09:13 WIB

Ngeriii… Jalan Menuju Wisata Tangkahan Siap Makan Korban

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB