Bobby Ungkit Lahan Rp 400 M, Dibalas Edy: Jangan Bohongi Rakyat

- Pewarta

Kamis, 31 Oktober 2024 - 09:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

MEDAN (Langkatoday) – Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) nomor urut 1 Bobby Nasution mencecar Cagubsu nomor urut 2 Edy Rahmayadi soal pembelian lahan eks Medan Club senilai Rp 400 miliar saat Edy menjabat Gubsu. Edy pun membalas Bobby dengan menyebut jangan membohongi rakyat.

Momen panas itu terjadi dalam debat Pilgub Sumut tahun 2024 yang digelar KPU Sumut, Rabu (30/10) malam. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari laman detikSumut, Bobby mempertanyakan mengapa Edy memilih membeli lahan Medan Club yang berada di belakang kantor Gubsu dibanding memberi pelayanan kesehatan gratis seperti yang dibuat Bobby di Medan lewat Universal Health Coverage (UHC).

“Kami hitung-hitung Pak Edy, dengan anggaran yang ada di provinsi, sebenarnya Sumut bisa UHC Pak, tapi kenapa di masa Bapak lebih pilih untuk beli eks Medan Club yang harganya Rp 400 miliar lebih, sedangkan masyarakat kita yang kurang mampu berobat pun belum bisa menggunakan KTP, belum bisa gratis,” ujar Bobby.

Sebagai informasi, lahan Medan Club yang terletak di belakang kantor Gubernur Sumut itu dibeli menggunakan APBD 2022 dan 2023. Lahan itu rencananya digunakan untuk gedung layanan satu atap bagi dinas-dinas yang ada di Pemprov Sumut. Selama ini, kantor dinas-dinas Pemprov Sumut tersebar di berbagai lokasi di Medan.

Edy lalu menjawab Bobby. Dia mengatakan UHC bukan jawaban bagi masalah kesehatan warga. Dia membandingkannya dengan BPJS yang sudah dibantu dengan APBN namun dinilainya belum efektif. Dia kemudian meminta rakyat tidak dibohongi.

“Jangan bohongi rakyat. Persoalannya, rumah sakitnya tak ada obatnya. Itu yang harus kita diskusikan bagaimana caranya, sehingga pelayanan kesehatan bisa kita atasi dari mulai infrastruktur kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Harga BBM Nonsubsidi Naik Ugal-ugalan, Isi BBM Fortuner & Pajero Sport Full Tank Bisa Sentuh Rp1,9 Juta

Kemudian, Edy menjawab soal pertanyaan Bobby yang menyinggung soal Medan Club. Edy lalu meminta agar hal tersebut tidak perlu dikaitkan.

“Jangan disinggung dengan Medan Club. Medan Club itu bonusnya Sumatera Utara. Medan club itu,” kata Edy.

Namun, belum sempat Edy menjelaskan lebih lanjut soal Medan Club itu, pembawa acara menyampaikan bahwa waktu untuk Edy menyampaikan jawabannya telah habis.

Kemudian, pembawa acara memberikan kesempatan kepada Bobby untuk menanggapi jawaban Edy Rahmayadi. Bobby lalu meralat kepanjangan UHC yang disampaikan oleh Edy.

Bobby menyebut bahwa UHC itu adalah Universal Health Coverage bukan Universal Health Care.

“Pak Edy, pertanyaan saya simple, kok lebih pilih beli Medan Club dibanding, oke bapak bilang tadi UHC, walaupun mohon maaf Pak, bukan care tapi coverage Pak c-nya,” ujarnya.

Bobby lalu kembali menanyakan alasan Edy lebih memilih membeli lahan Medan Club untuk perluasan kantor Gubernur Sumut, dibanding untuk pengobatan masyarakat. Menurut Bobby, kantor gubernur yang saat ini sudah luas dan tidak perlu diperluas lagi.

“Yang saya tanya kenapa pilih beli Rp 400 miliar untuk beli aset hanya untuk tambah luasan kantor gubernur, dibandingkan kasih uangnya agar tadi masyarakat bisa berobat. Sudah gitu bisa tadi fasilitasnya, perbaiki saja, pak fasilitas rumah sakitnya, perbaiki fasilitas puskesmasnya, daripada beli Medan Club hanya untuk meluaskan kantor gubernur,” kata Bobby.

“Kantor gubernur yang hari ini sudah luas, hari ini sudah besar, mungkin masyarakat Sumut belum tentu semuanya masuk kantor gubernur, diluasin lagi. Lebih milih meluaskan kantor gubernur dibandingkan untuk meningkatkan pelayanan, menggratiskan kesehatan, ataupun dibilang tadi meningkatkan puskesmas boleh, RS, obat boleh pak. Itu saja pertanyaan saya tadi simpel. Kenapa lebih milih Medan Club Rp 400 miliar dibandingkan masyarakatnya Pak, itu saja,” sambungnya.

Baca Juga:  Buntut Panjang Guyonan Suswono soal Janda Kaya Nikahi Pemuda Nganggur, Kini Ada Rencana Dilaporkan

Sebelumnya, Bobby Nasution menanyakan alasan Edy Rahmayadi lebih memilih membeli lahan Medan Club dibanding memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat. Untuk diketahui, lahan Medan Club ini dibeli saat Edy menjabat sebagai Gubernur Sumut.

Pertanyaan itu disampaikan Bobby saat pembawa acara memberikan kesempatan kepada Bobby untuk memberikan pertanyaan kepada paslon Edy-Hasan.

“Saya ingin tanya pelayanan kesehatan. Saya di awal menyampaikan bagaimana masyarakat kita butuh pelayanan, pelayanan ini menurut saya salah satunya pelayanan pemerintah bisa menggratiskan. Contoh bagaimana kami di Kota Medan sudah UHC Pak Edy,” kata Bobby.

Bobby lalu menyampaikan bahwa dari anggaran yang dimiliki Pemprov Sumut, harusnya sudah bisa UHC seperti Kota Medan. Lalu, dia menanyakan alasan Edy lebih memilih membeli lahan Medan Club sebesar Rp 400 miliar dibandingkan memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat.

“Kami hitung-hitung Pak Edy, dengan anggaran yang ada di provinsi, sebenarnya Sumut bisa UHC pak, tapi kenapa di masa bapak lebih pilih untuk beli eks Medan Club yang harganya Rp 400 miliar lebih, sedangkan masyarakat kita yang kurang mampu berobat pun belum bisa menggunakan KTP, belum bisa gratis,” ujarnya.

Menantu Jokowi itu lalu menyampaikan harusnya anggaran membeli Medan Club itu digunakan untuk kebutuhan masyarakat.

“Alangkah baiknya uang seperti itu dipakai untuk kebutuhan masyarakat, kenapa lebih pilih itu dari pada menggratiskan (pengobatan) masyarakat,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut
Ondim Tersenyum Saat Tiba di PN Medan, Jadi Saksi Sidang Dugaan Suap
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
PC HIMMAH Langkat Buka LKD, Dikky Wahyudi Dorong Lahirnya Kader Intelektual dan Berintegritas
Diikuti 1.047 Peserta, Tiorita dan Kajati Sumut Perkuat Pencegahan Korupsi di Langkat
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Lho! 2 Kali Mangkir dari Panggilan KPK, Nusron Muncul di Sidang Kabinet
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Ondim Tersenyum Saat Tiba di PN Medan, Jadi Saksi Sidang Dugaan Suap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Diikuti 1.047 Peserta, Tiorita dan Kajati Sumut Perkuat Pencegahan Korupsi di Langkat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Terbaru

Langkat Terkini

Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:21 WIB