Stabat, Langkatoday.com – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Langkat, Drs. Binawan, membantah keras pemberitaan yang menyeret namanya terkait dugaan perselingkuhan dengan seorang staf perempuan berinisial LKG di lingkungan dinas tersebut.
Binawan menegaskan informasi yang beredar tersebut tidak benar. Ia juga menyayangkan adanya pemberitaan yang mencantumkan nama dan jabatannya tanpa terlebih dahulu meminta klarifikasi langsung kepada dirinya.
Saat dikonfirmasi Langkatoday, Jumat (29/10) sore, Binawan mengaku tidak pernah dihubungi oleh wartawan maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk dimintai keterangan terkait isu tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak pernah dihubungi oleh pihak, baik wartawan ataupun LSM, untuk mengonfirmasi pemberitaan di atas,” ujarnya.
Ia secara tegas membantah tuduhan yang mengaitkan dirinya dengan staf perempuan tersebut.
“Berita yang menyeret nama saya tersebut hoaks. Saya tidak pernah memiliki hubungan lebih seperti yang diberitakan,” tegasnya.
Binawan juga menyatakan dirinya merasa dirugikan atas beredarnya informasi tersebut. Ia mempertimbangkan langkah hukum sebagai upaya untuk meluruskan informasi sekaligus melindungi nama baiknya.
Menurutnya, informasi yang menyangkut kehidupan pribadi seseorang seharusnya diverifikasi secara menyeluruh sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
Ia menilai konfirmasi kepada pihak yang disebutkan dalam pemberitaan merupakan bagian penting dari proses jurnalistik agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan pihak tertentu.
Selain itu, pemberitaan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran etika maupun disiplin aparatur sipil negara (ASN) semestinya tetap mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, dan asas praduga tak bersalah.
Melalui klarifikasi tersebut, Binawan berharap masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan dapat melihat persoalan tersebut secara proporsional.
Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik, terutama ketika pemberitaan menyangkut identitas, reputasi, dan kehidupan pribadi seseorang.
Editor : Fadli



















Komentar