Jakarta, Langkatoday.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya menghormati para pakar dan akademisi. Pernyataan itu disampaikan saat berdiskusi dengan 22 akademisi dari berbagai perguruan tinggi mengenai pengelolaan lahan gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9). Para akademisi diundang untuk memberikan masukan berdasarkan bidang keahlian masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meminta para pakar memberikan pandangan mengenai langkah terbaik mencegah kebakaran, khususnya di kawasan gambut, sekaligus kemungkinan pemanfaatan lahan gambut secara produktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prabowo kemudian menyinggung narasi yang menyebut dirinya tidak menghormati ahli“Jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar,” ujar Prabowo.
Ia mengatakan sejak menjadi perwira dirinya terbiasa mencari masukan dari para ahli sebelum mengambil langkah.
“Kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar,” katanya.
Diskusi tersebut membahas tiga hal utama, yakni penanganan ketika kebakaran terjadi, pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut, serta pemilihan tanaman atau varietas yang sesuai untuk dibudidayakan di lahan gambut.
Pemerintah juga membahas penguatan penanganan di lapangan, termasuk optimalisasi Satgas Darat, penggunaan pompa portabel dan pengeboran dangkal untuk mendapatkan sumber air.
Selain itu, masyarakat sekitar kawasan gambut melalui kelompok Masyarakat Peduli Api juga dinilai memiliki peran penting dalam mencegah serta merespons kebakaran sejak dini.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyampaikan rencana pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang akan berada langsung di bawah Presiden.
Prabowo juga meminta pemerintah terus menyelidiki korporasi maupun pihak yang melakukan pembakaran hutan secara sengaja serta memperbaiki regulasi yang dinilai memiliki celah dalam pencegahan karhutla.
Dengan melibatkan akademisi, ilmuwan, pemerintah, dan masyarakat, pemerintah mendorong penanganan gambut berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat pencegahan karhutla dari tingkat kebijakan hingga lapangan.
Editor : Fadli













Yah sudah tidak ada guna memperpanjang sesuatu yang sudah terjadi dari ucapan Presiden, terima saja maafkan semoga tidak terulang lagi. Kalaupun harus ada yang disalahin merekalah masyarakat yang salah yang sudah memilihnya 🙏