Penangkapan Mantan Kepala BGN Dadan Hidayana, Purbaya: Salah Satu Laporan dari Kita

- Pewarta

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Benang merah kasus dugaan korupsi yang menyeret tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) mulai terkuak lebar. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, blak-blakan menyebut bahwa salah satu pintu masuk terbongkarnya skandal “jual beli” titik pelayanan ini berasal dari laporan audit internal Kementerian Keuangan.

Penangkapan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) disebut-sebut merupakan hasil operasi senyap lintas lembaga yang melakukan pencocokan data anggaran secara ketat.

Sinergi Tiga Lembaga Bongkar Kejanggalan

Menkeu Purbaya mengungkapkan, pengusutan di internal BGN berjalan secara terintegrasi. Kemenkeu tidak bermain sendiri, melainkan berbagi data sensitif dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan Agung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan salah satu laporan juga dari kita asalnya kan. Bukan dari kita aja, BPKP memeriksa, Kejaksaan Agung memeriksa. Semuanya mengecek, jadi kita tukar-tukar data lah kira-kira,” ujar Purbaya saat ditemui di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).

Baca Juga:  Menag Nasaruddin Umar: Indonesia Jadi Destinasi Lebaran Teraman, Wisatawan Mancanegara Merasa Nyaman

Purbaya juga menegaskan bahwa pencopotan hingga berujung penahanan para petinggi BGN ini merupakan langkah tegas dan keputusan langsung dari Presiden Prabowo Subianto setelah melakukan evaluasi total terhadap kinerja manajemen lembaga baru tersebut.

Anggaran Makan Bergizi Gratis Bakal Dipangkas Lagi

Buntut dari skandal korupsi harian ini, Kemenkeu memastikan akan memelototi kembali seluruh detail penggunaan dana, termasuk standardisasi harga operasional pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menariknya, Purbaya membocorkan bahwa pagu anggaran MBG yang saat ini berada di angka Rp268 triliun (setelah sebelumnya dipangkas Rp67 triliun dari pagu awal Rp335 triliun) masih berpotensi untuk turun kembali demi mengejar efisiensi.

“Memang anggarannya sekarang Rp268 triliun? Sekarang berkurang kan? Karena ada pemotongan hari segala macam. Jadi akan berkurang di bawah itu sedikit mungkin,” jelas Menkeu.

Baca Juga:  Korupsi Waterfront City Danau Toba: Kejati Sumut Tahan Bos Konsultan Pengawas, Kerugian Negara Capai Rp13 Miliar

Manajemen Dibenahi, Jatah Makan Anak Sekolah Dijamin Aman

Meskipun ada tren penurunan anggaran dan pembersihan oknum pejabat yang korup, Menkeu meminta publik untuk tidak menyalahkan program MBG itu sendiri. Langkah efisiensi ini murni dilakukan untuk membatasi pos belanja yang tidak mendesak dan dinilai rawan kebocoran, tanpa mengurangi kualitas serta jatah makan bagi anak-anak penerima manfaat.

“Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi. Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang. Belanja yang tidak perlu tidak akan dibelanjakan oleh kepala BGN,” tegas Purbaya.

Sebagai catatan performa, per 30 April 2026, program MBG sejatinya telah terealisasi sebesar Rp75 triliun (22,4% dari pagu awal).

Program ambisius ini tercatat sudah menjangkau 61,96 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan sokongan 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Terbaru

Langkat Terkini

Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:21 WIB