Anggotanya Dibanting Oknum Polisi, GP Ansor Maluku Desak Kapolsek KPYS Ambon Dicopot!

- Kontributor

Sabtu, 21 Desember 2024 - 21:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday) – Kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Soedarso (KPYS) terhadap Rizal Serang, seorang sopir taksi yang juga aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan staf ahli Fraksi Golkar DPRD Maluku, dikecam keras.

Kejadian bermula saat Rizal hendak menjemput istri Ketua Fraksi Golkar DPRD Maluku, Yunus Serang, di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon. Namun, ia dilarang masuk oleh petugas karena kondisi pelabuhan yang padat.

Ketegangan pun terjadi setelah Rizal memprotes tindakan yang dianggap diskriminatif tersebut, lantaran kendaraan lain diperbolehkan masuk.

Protes Rizal berujung pada dugaan penganiayaan oleh oknum polisi. Dari tayangan video, dia sempat dibanting ke badan jalan oleh seorang polisi berbadan besar.

Baca Juga:  Masa Depan Nahdlatul Ulama, Ini Kata Luhut

Rixal dilaporkan diborgol dan digiring ke Mapolsek KPYS sebelum akhirnya dilepaskan. Insiden ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Pengurus KNPI Maluku, Sadam Bugis, mengecam tindakan represif tersebut. Ia meminta Kapolda Maluku, Irjen Eddy Sumitro Tambunan, untuk mengevaluasi Kapolresta Ambon dan mencopot Kapolsek KPYS beserta Wakapolsek.

“Polisi seharusnya mengayomi masyarakat, bukan bertindak arogan seperti preman. Kami mendesak Kapolda untuk mengambil langkah tegas,” ujar Sadam, Sabtu (21/12).

Seruan serupa disampaikan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Maluku. Mereka mengecam keras tindakan represif yang dinilai mencoreng integritas Kepolisian.

Nuren Rahayaan, kader GP Ansor Maluku, menyebut insiden ini sebagai pelanggaran serius terhadap profesionalisme aparat.

Baca Juga:  Begini Tampang Wanita Viral Pegang Al Quran Tanpa Busana, Polisi Cari Pelaku

“Ini bertentangan dengan arahan Kapolda Maluku yang menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Kami mendesak sanksi tegas terhadap pelaku,” tegas Nuren.

GP Ansor Maluku telah melaporkan insiden ini melalui jalur hukum dan memastikan pendampingan hukum oleh LBH Ansor. Organisasi ini juga menyerukan reformasi di tubuh Kepolisian untuk memastikan penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.

“Kami mengajak masyarakat Ambon untuk bersama-sama mengawal kasus ini. Keadilan harus ditegakkan agar kepercayaan terhadap institusi Kepolisian tetap terjaga,” tandas Nuren.

View this post on Instagram

A post shared by Langkatoday.com (@langkatodaycom)

Sumber: fajar.co.id

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Anak Krakatau Paling Berdampak
Upah Minimum Jepang Naik 5 Persen, Rata-rata Capai Rp132 Ribu per Jam
Nelayan Terjebak Hujan Material Erupsi Anak Krakatau, Panik Sambil Bertakbir
Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sejumlah Wilayah, Ini 9 Langkah yang Perlu Dilakukan Warga
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Anak Krakatau Paling Berdampak

Minggu, 6 September 2026 - 16:37 WIB

Upah Minimum Jepang Naik 5 Persen, Rata-rata Capai Rp132 Ribu per Jam

Minggu, 6 September 2026 - 15:55 WIB

Nelayan Terjebak Hujan Material Erupsi Anak Krakatau, Panik Sambil Bertakbir

Minggu, 6 September 2026 - 15:07 WIB

Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo

Minggu, 6 September 2026 - 10:31 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sejumlah Wilayah, Ini 9 Langkah yang Perlu Dilakukan Warga

Berita Terbaru

Suasana Kerja di Jepang – Photo by Toriqa Media

Internasional

Upah Minimum Jepang Naik 5 Persen, Rata-rata Capai Rp132 Ribu per Jam

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:37 WIB

405 jiwa pengungsi erupsi Gunung Sinabung masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu./dok.BNPB/Polindo

Peristiwa

Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:07 WIB