LPG 3 Kg Langka, Bahlil Salahkan Warga: Jangan Beli Banyak-banyak Dong!

- Pewarta

Sabtu, 1 Februari 2025 - 20:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Bahlil Lahadalia – Menteri ESDM 

JAKARTA (Langkatoday) – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menolak jika disalahkan atas kelangkaan tabung gas Elpiji (LPG) 3 Kg. Ketum Partai Golkar ini malah menyalahkan warga yang suka memborong tabung melon tersebut. Dia juga mengklaim stok untuk konsumsi rumah tangga masih terjaga.

“Mungkin yang mengatakan bahwa langka itu adalah bagi yang membeli banyak. Tapi kalau hanya untuk, insyaAllah konsumsinya, saya pikir, konsumsi rumah tangga clear kok,” kata dia kepada wartawan di The Highland Park Resort, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia meminta, agar masyarakat yang membeli Elpiji 3 Kg cukup dengan satu tabung. Sebab, dia menjelaskan saat ini masih banyak pihak yang secara individu membeli Elpiji 3 Kg dengan jumlah banyak.

“Satu orang jangan beli banyak-banyak dong. Kalau hanya untuk konsumsi rumah tangga, kan pasti ada batasannya. Tapi kalau satu orang, satu rumah tangga, sudah beli sampai 30 tabung, 40 tabung, berarti kan ada maksud lain,” terang Bahlil.

Baca Juga:  BREAKING NEWS! Pengangkatan Honorer Jadi PPPK Dibatalkan, Ini Kategorinya!

Diketahui, Warga Jakarta, terutama di wilayah Jakarta Pusat, tengah menghadapi masalah yakni kelangkaan Elpiji 3 Kg yang telah berlangsung selama lebih dari seminggu. Gas bersubsidi yang biasa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga ini mendadak sulit ditemukan di berbagai agen dan pedagang gas keliling.

Keluhan warga pun tersebar luas, dan banyak yang terpaksa pulang tanpa membawa gas setelah berkeliling mencari. Warga Karang Anyar, Jakarta Pusat, Ningrum (42), mengeluhkan kelangkaan gas yang sudah berlangsung selama satu minggu. 

“Iya nih sudah mulai langka. Ini sih enggak saya pakai buat dagang, cuma buat masak. Tapi karena enggak ada gas jadi enggak bisa masak,” ujar Ningrum.

Ningrum yang terpaksa mencari gas di beberapa tempat bahkan harus kembali lagi ke rumah dengan tangan kosong. 

Baca Juga:  Prabowo Siapkan Ambulans Udara

“Empat tempat, warung dua. Terus agen di pasar inpres juga kosong, terus di agen sini juga kosong,” kata Ningrum.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Jakarta Hari Nugroho menjelaskan, salah satu penyebab utama kelangkaan gas bersubsidi ini adalah pengurangan kuota Elpiji subsidi pada tahun 2025. 

“Dikarenakan antara usulan kuota Elpiji subsidi untuk Jakarta di 2025 lebih kecil dari realisasi penyaluran Elpiji di 2024, ada pengurangan sekitar 1,6 persen,” ujar Hari, Selasa (28/1).

Kuota Elpiji subsidi untuk Jakarta pada 2025 ditetapkan sebesar 407.555 metrik ton (MT), lebih kecil dibandingkan dengan kuota yang digunakan pada tahun 2024, yaitu 414.134 MT. Selain itu, kelangkaan juga dipengaruhi oleh adanya hari libur nasional yang menghambat distribusi gas. (**)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru