Jejak Perjuangan H. M. Nur Abu Bakar: Dari Penjual Minyak Eceran hingga Membangun Bidadari Group

- Pewarta

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – H. Muhammad Nur Abubakar atau yang akrab disapa Bang Adek merupakan sosok pengusaha dan tokoh masyarakat yang dikenal karena dedikasinya di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Ia lahir dari pasangan Abu Bakar dan Fatimah, keluarga sederhana di Aceh. Ayahnya bekerja sebagai sopir truk trailer, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga asal Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.

Masa kecil Bang Adek tidaklah mudah. Pada usia dua tahun, ia kehilangan ibunda tercinta dan kemudian diasuh oleh bibinya, Azimah, adik kandung sang ibu. Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangatnya untuk berusaha. Sejak usia 10 tahun, ia sudah berjualan minyak eceran di pinggir jalan untuk membantu perekonomian keluarga.

Semangat kewirausahaannya mulai berkembang ketika pada usia 12 tahun ia mendapatkan kios pinjam pakai dari H. Muhammad Husein Sab. Kesempatan tersebut menjadi titik awal perjalanan bisnisnya. Pada usia 16 tahun, ia mulai belajar dunia konstruksi dan kontraktor di bawah bimbingan H. Muhammad Husein Sab, yang kelak menjadi fondasi kesuksesannya di dunia usaha.

Baca Juga:  Keluarga dan Warga Padati Tahlilan Malam Kedua Almarhum H. M. Nur Abu Bakar

Setelah menikah dengan Hj. Radhiah pada 16 Agustus 1976, Bang Adek mendirikan perusahaan kontraktor PT Adekarya pada tahun 1977. Usahanya terus berkembang. Pada dekade 1980-an ia sempat mengelola usaha rumah makan sebelum mendirikan Toko Buku Pustaka Peradaban di Sigli pada tahun 1985.

Memasuki era 1990-an, ia memperluas jaringan bisnis dengan mengekspor sayur-mayur dari Berastagi, Sumatera Utara, ke Singapura dan Penang, Malaysia. Langkah tersebut menandai kiprahnya dalam perdagangan internasional.

Pada tahun 2000, Bang Adek mendirikan industri air minum dalam kemasan merek Tari di Kota Binjai. Dalam perjalanan usaha ini, ia mulai melibatkan putra sulungnya, H. Nurdiansyah, sebagai bagian dari regenerasi dan pengembangan bisnis keluarga.

Dedikasinya di bidang pelayanan masyarakat semakin nyata ketika pada tahun 2006, bersama putrinya Hj. Nurdianita, ia mendirikan RSU Bidadari Binjai. Rumah sakit tersebut kemudian berkembang menjadi cikal bakal jaringan Bidadari Group, yang hingga tahun 2026 telah memiliki lima rumah sakit di Sumatera Utara.

Baca Juga:  Poligami ASN: Boleh, Tapi Tidak Semudah yang Dibayangkan

Tidak hanya berkiprah di dunia usaha dan kesehatan, Bang Adek juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan dan dakwah Islam dengan mendirikan Pondok Pesantren Nuur Ar-Radhiyyah di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Sepanjang perjalanan hidupnya, seluruh pengembangan usaha dijalankan bersama keempat putra-putrinya sebagai bentuk komitmen membangun usaha keluarga yang berkelanjutan. Berkat kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, H. Muhammad Nur Abubakar berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

Jejak pengabdian yang ditinggalkannya menjadikan almarhum sebagai sosok inspiratif yang dikenang bukan hanya sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai tokoh yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Bulan Tiorita: Dari Jalan Rusak hingga Penguatan Ekonomi, Pemerintahan Langkat Terus Bergerak
Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode
Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara
Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi
HTML: Tulang Punggung Website Modern
Taktik ‘Siram-Menyiram’ di Langkat: Rahasia Sukses Bikin Suara Kritis Mendadak Serak
Merdeka yang Tertunda: Refleksi Kritis atas Makna Kemerdekaan Indonesia
Pangkalan Brandan Lautan Api: Ketika Rakyat Langkat Membakar Kilang Minyak demi Mempertahankan Kemerdekaan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 19:28 WIB

Tiga Bulan Tiorita: Dari Jalan Rusak hingga Penguatan Ekonomi, Pemerintahan Langkat Terus Bergerak

Rabu, 16 September 2026 - 14:36 WIB

Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

Rabu, 16 September 2026 - 11:58 WIB

Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara

Sabtu, 12 September 2026 - 07:07 WIB

Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:42 WIB

HTML: Tulang Punggung Website Modern

Terbaru

Berita

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:14 WIB