HEBOH..! Mobil Loreng Ormas Grib BK 547 GS Diduga Raib dari Polres Langkat

- Kontributor

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Muncul pertanyaan serius di tengah masyarakat terkait keberadaan satu unit mobil double cabin bercat loreng bernomor polisi BK 547 GS yang sebelumnya dikabarkan diamankan aparat Satreskrim Polres Langkat usai peristiwa penghadangan terhadap petugas saat hendak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kecamatan Sirapit.

Kendaraan tersebut sebelumnya disebut-sebut turut diamankan bersama tiga orang anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) yang diduga terlibat dalam penghadangan tim Satreskrim Polres Langkat saat melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana pencurian di salah satu lokasi galian C pada 23 Mei 2026 lalu.

Namun belakangan, keberadaan mobil loreng tersebut menjadi tanda tanya, Sabtu (20/6).

Sejumlah sumber menyebut kendaraan yang sempat berada di area belakang Mapolres Langkat itu kini tidak lagi terlihat.

Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Publik pun mempertanyakan apakah kendaraan tersebut masih berstatus barang bukti, telah dikembalikan kepada pemiliknya, atau memang tidak pernah masuk dalam proses penyitaan resmi.

Jika benar kendaraan tersebut telah dilepas, masyarakat menilai Polres Langkat perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak memunculkan dugaan adanya perlakuan khusus terhadap pihak tertentu.

Baca Juga:  Komisi III DPR RI Kritik Keras Polres Langkat: Siswi Jadi Tersangka Gegara Menggigit Dinilai Tak Masuk Akal

Sorotan juga mengarah kepada Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi yang memimpin langsung penanganan kasus tersebut.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai status kendaraan BK 547 GS maupun perkembangan penanganan perkara yang sempat menjadi perhatian publik itu.

Padahal, kasus tersebut sempat menyita perhatian karena melibatkan dugaan penghadangan terhadap aparat kepolisian yang sedang menjalankan tugas penyelidikan.

Dalam informasi yang beredar saat itu, kendaraan Satgas GRIB disebut menghadang tim Satreskrim yang hendak menuju lokasi olah TKP.

Meski petugas akhirnya berhasil mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat, namun perkembangan lanjutan kasus tersebut terkesan berjalan tertutup.

Tidak adanya informasi resmi terkait status para terduga pelaku maupun barang bukti yang diamankan justru menimbulkan pertanyaan baru.

Pengamat hukum dan pemerhati kebijakan publik menilai keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Baca Juga:  Siswi 15 Tahun di Langkat Jadi Tersangka Usai Bela Ayah, Polisi Ungkap Kronologi Kasus

Apalagi perkara tersebut menyangkut dugaan penghalangan tugas aparat yang seharusnya menjadi perhatian serius.

“Kalau memang kendaraan itu masih menjadi barang bukti, jelaskan kepada publik. Kalau sudah dikembalikan, apa dasar hukumnya.

Jangan sampai muncul spekulasi liar yang merugikan institusi kepolisian sendiri,” ujar salah seorang pemerhati hukum yang meminta namanya tidak disebutkan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Satreskrim Polres Langkat belum memberikan penjelasan resmi terkait keberadaan mobil double cabin BK 547 GS tersebut.

Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Kasat Reskrim AKP Ghulam Yanuar Lutfi juga belum memperoleh tanggapan.

Terpisah Kanit Pidum Polres Langkat Ipda Popi Ginting yang dikonfirmasi mengaku kalau kasus tersebut ditangani unit Tipidter. Sangat aneh,kasus umum ditangani unit tindak pidana tertentu.

Ketiadaan klarifikasi resmi ini membuat tanda tanya masyarakat semakin besar.

Masyarakat kini menunggu penjelasan terbuka dari Polres Langkat untuk memastikan bahwa penegakan hukum berjalan transparan, profesional, dan bebas dari dugaan intervensi pihak mana pun.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Jumat, 4 September 2026 - 23:59 WIB

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Berita Terbaru