Harga Sembako di Langkat Melonjak, Disperindag: Penanganan Bukan Tugas Kami Saja

- Kontributor

Senin, 11 Agustus 2025 - 11:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Foto ilustrasi Pixabay/EmAji

Foto ilustrasi Pixabay/EmAji

Stabat, Langkatoday – Melambungnya harga seluruh kebutuhan pokok selama sebulan terakhir di pasar tradisional dan warung-warung di Kabupaten Langkat membuat warga berpenghasilan rendah semakin terhimpit.

Kritik tajam sempat diarahkan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Langkat yang dinilai tak mampu menormalkan harga. Namun, Kepala Disperindag Langkat, Ikhsan Aprija S.STP MSi, menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pihaknya.

“Izin Bang, mengenai kenaikan harga bukan hanya tugas Disperindag, tetapi menjadi tugas bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Dalam hal ini, TPID Kabupaten Langkat sudah melakukan beberapa upaya mengatasi gejolak harga komoditas,” ujar Ikhsan melansir topmetro.news, Ahad (10/8/2025).

Baca Juga:  Fitnah Keji Menghantam Kades Telagah: ‘Saya Tidak Salah, Itu Ulah Penipu Digital

Menurut Ikhsan, TPID Langkat telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan beberapa kilang padi. Dari hasil sidak, para pengusaha pengepul gabah mengaku kesulitan mendapatkan pasokan dari petani karena sebagian besar sudah diserap Bulog dengan harga stabil Rp6.500 per kilogram.

Untuk menekan harga beras, TPID bekerja sama dengan Bulog menyalurkan bantuan beras dari Badan Pangan Nasional. Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025.

Baca Juga:  Wamenkeu Anggito Abimanyu Wacanakan Pajak Judi Online, MUI Langsung Bereaksi Keras

“Totalnya, ada 74.780 penerima bantuan di 23 kecamatan Kabupaten Langkat,” jelasnya.

Selain itu, TPID juga menggelar Gerakan Pasar Murah bersama Bank Indonesia KPw Sumatera Utara. Kegiatan ini digelar pada pekan lalu saat Car Free Day.

Ikhsan menambahkan, kenaikan harga komoditas lain juga dipengaruhi faktor iklim dan jumlah pasokan dari daerah penghasil.

“Kami juga berupaya bekerja sama dengan daerah lain agar pasokan lancar dan harga bisa stabil,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 12:10 WIB

Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Berita Terbaru