Diduga Dihajar Wali Kelas, Siswa SMP di Bogor Pulang Babak Belur, Pihak Sekolah: Jatuh di Toilet

- Kontributor

Selasa, 29 Oktober 2024 - 20:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

BOGOR (Langkatoday) MLI (14), seorang siswa di salah satu SMP swasta di Kota Bogor, pulang dalam keadaan babak belur.

MLI disebut dipulangkan oleh pihak sekolah. Orang tua korban, M. Umar (39), melaporkan peristiwa itu kepada polisi.

Sebelumnya, Umar mendapat informasi dari teman korban bahwa anaknya dipukuli.

“Pulang ke rumah dalam kondisi babak belur, dan pihak sekolah bilang itu jatuh di kamar mandi,” ujar Umar, Selasa, (29/10), dikutip dari Tribun Bogor.

Umar juga berujar ada orang tua murid yang menyebut MLI telah dianiaya.

“Tapi di hari Selasanya ada murid dan orang tua murid mengatakan bahwa anak saya itu bukan jatuh, tapi dihajar sampai pingsan, terus setelah pingsan itu ditendang.” 

Kata Umar, berdasarkan informasi yang didapatnya, MLI awalnya berbincang dengan teman-temannya di belakang kursi di area majelis lingkungan sekolah.

MLI adalah ketua kelas sehingga dia dipanggil oleh wali kelasnya yang menjadi terduga pelaku.

Baca Juga:  Tegaskan Kedisiplinan, Plt. Bupati Langkat Sidak RSUD Tanjung Pura

“Sambil dijewer, ‘Kamu sebagai ketua kelas harus memberi contoh yang baik sama temen-temennya. Mau lagi gak?’ Pas anak saya bilang, ‘Enggak, Pak,’ itu anak saya langsung dihajar sampai pingsan,” kata Umar.

Menurut Umar, selepas dugaan penganiayaan itu terungkap, pihak sekolah sempat datang kepadanya guna meminta maaf.

“Dateng dan minta maaf karena sudah memberi berita yang tak sebenarnya. Jadi, dia minta maaf, tapi kan balik lagi, hukum berjalan,” ucap dia.

Istri Umar atau ibu korban juga sempat datang ke sekolah. Dia ingin anaknya keluar dari sekolah itu.

Pihak sekolah juga menganjurkan MLI keluar dari sekolah.

“Datang ke sekolah ingin keluar dari sekolah itu, cuman dari pihak kepala sekolah sebaiknya MLI harus keluar, ya udah saya juga emang mau keluar. Dengan seperti itu saya bukan menantang, tapi saya emang dari awal pun saya mau anak saya keluar. Ya, (kata pihak sekolah) lebih baik keluar saja gitu, daripada bandel lebih baik keluar aja,” kata Umar.

Baca Juga:  Pengurus Aceh Sepakat Stabat Hadiri Peresmian Uncle Kuphi

Polisi sudah mendapat laporan kasus dugaan penganiayaan itu. Kini polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi.

“Kita masih minim info kejadian seperti apa, makanya kita akan dapat keterangan secara runut setelah saksi-saksi terkumpul,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho, Selasa.

“Untuk terkait penganiayaan siswa sekolah sudah kami terima laporannya,” katanya.

Kata Aji, berdasarkan keterangan sementara, peristiwa ini menimpa korban saat terlapor yaitu, seorang tenaga pengajar, sedang mengingatkan korban. Selanjutnya, terjadilah kekerasan terhadap korban.

“Ada salah satu tenaga pengajar memberitahu atau mengingatkan kepada muridnya pada saat jam pelajaran. Dari keterangan korban, dijewer dan dilakukan pemukulan.”

“Kalau secara fisik kita lihat (luka) ada di wajah sebelah kiri, visum sudah dilakukan. (Pemukulan) rangan kosong, sementara dengan tangan kosong.”

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 12:10 WIB

Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Berita Terbaru