Cegah Efek “Lemah Letih Lesu”, Dosen IKH Medan Gelar Skrining Anemia Terpadu di Pematang Tatal

- Pewarta

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Dalam upaya memperkuat pilar kesehatan reproduksi perempuan, tim dosen dari Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan menggelar aksi Skrining Kesehatan Terpadu di Desa Pematang Tatal, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, Kamis (22/1).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini difokuskan pada deteksi dini anemia bagi Wanita Usia Subur (WUS). Langkah ini dinilai krusial mengingat anemia sering kali menjadi “ancaman tersembunyi” yang mengganggu produktivitas hingga memicu komplikasi kehamilan di masa depan.

Pemeriksaan Akurat Berbasis Komunitas

Sebanyak 30 wanita usia subur mengikuti rangkaian pemeriksaan dengan antusias. Tim pengabdian tidak hanya melakukan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), tetapi juga melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) secara langsung menggunakan alat digital portable.

Ketua tim pengabdian, Bd. Aida Fitria, SST., M.Kes, mengungkapkan bahwa banyak wanita tidak menyadari mereka menderita anemia karena gejalanya yang sering dianggap kelelahan biasa.

Baca Juga:  Cegah Stunting, Dosen Kebidanan IKH Perkuat Edukasi Gizi Berbasis Keluarga

“Melalui pemeriksaan ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa deteksi dini anemia adalah bagian penting dari preventif kesehatan reproduksi. Dari hasil skrining, meski mayoritas normal, kita temukan beberapa peserta masuk kategori anemia ringan yang selama ini tidak mereka ketahui,” jelas Bd. Aida Fitria.

Edukasi dan Tindak Lanjut Medis

Bagi peserta yang teridentifikasi anemia ringan, tim IKH Medan langsung memberikan konseling gizi dan memberikan rekomendasi untuk pemeriksaan lanjutan ke Puskesmas setempat. Masyarakat juga dibekali edukasi mengenai pola makan sehat kaya zat besi serta pentingnya konsumsi tablet tambah darah.

Kegiatan ini berlangsung interaktif, di mana warga aktif berdiskusi mengenai perubahan gaya hidup sehat guna memutus rantai anemia di tingkat desa.

Baca Juga:  8 Bulan Penuh Gebrakan: Dr. Harli Siregar Tinggalkan Warisan Prestasi

Dukungan Penuh Pemerintah Desa

Aksi nyata ini disambut hangat oleh pemerintah desa dan kader kesehatan setempat. Mereka berharap program serupa dapat dilakukan secara rutin guna memastikan kualitas kesehatan perempuan di Desa Pematang Tatal tetap terjaga.

Adapun tim yang terjun langsung dalam kegiatan ini terdiri dari: Bd. Aida Fitria, SST., M.Kes (Ketua Tim) dan anggota Bd. Sri Rintani Sikumbang, SST., M.Kes., Bd. Elya Rosa, S.Tr.Keb., S.Keb., M.K.M serta dibantu oleh mahasiswa, Auliza Annisa dan Ayu Juliawati.

Melalui kegiatan ini, Institut Kesehatan Helvetia Medan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan, demi mencetak generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Dirawat
Ustadz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan
Kebanyakan Nonton Short Video Bisa Ubah Aktivitas Otak? Ini Temuan Peneliti
Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:39 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Dirawat

Selasa, 15 September 2026 - 03:14 WIB

Ustadz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan

Jumat, 11 September 2026 - 16:27 WIB

Kebanyakan Nonton Short Video Bisa Ubah Aktivitas Otak? Ini Temuan Peneliti

Minggu, 6 September 2026 - 15:07 WIB

Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Terbaru

Sajian Khusus

Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:36 WIB