Bisnis Online Diam-Diam dari Rumah? Kini Masuk Radar Sensus Ekonomi 2026

- Pewarta

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi saat ditemui di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Kamis (18/6/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi saat ditemui di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Kamis (18/6/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Yogyakarta, Langkatoday.com – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaku usaha berbasis daring atau online turut menjadi sasaran pendataan dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Untuk menjangkau usaha yang tidak memiliki toko fisik, petugas akan melakukan pendataan secara door to door atau mendatangi rumah-rumah warga.

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengatakan metode tersebut dipilih berdasarkan hasil uji coba Sensus Ekonomi yang dilakukan pada tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil evaluasi, banyak aktivitas usaha digital yang tidak terdeteksi hanya melalui pengamatan dari luar.

“Ketika dilakukan pendataan dari rumah ke rumah, ternyata banyak usaha online yang dijalankan dari dalam rumah dan sebelumnya tidak teridentifikasi,” ujar Sonny di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (18/6).

Baca Juga:  Pindad dapat Orderan Jumbo 4.600 Mobil Maung dari Kemenhan

Ia mencontohkan, dalam uji coba sensus pihaknya pernah menemukan seorang mahasiswa semester pertama yang menjalankan bisnis penjualan pakaian bekas secara daring dengan keuntungan mencapai sekitar Rp9 juta per bulan.

Menurut Sonny, temuan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi digital semakin pesat dan perlu tercatat secara akurat dalam data statistik nasional.

Dalam pelaksanaannya, petugas BPS akan menempelkan stiker pada rumah yang telah didata. Stiker tersebut berfungsi sebagai penanda agar memudahkan pemantauan rumah yang sudah maupun belum dikunjungi petugas sensus.

“Kalau ada rumah yang belum ditempel stiker, berarti belum didatangi petugas atau pemilik rumah belum bersedia menerima pendataan,” jelasnya.

Baca Juga:  Buruh RI Teriak Takut Efek AI, Tuntut Hapus Syarat Aneh Lowongan Kerja

Selain melakukan pendataan langsung, BPS juga akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk meningkatkan kualitas data.

AI digunakan untuk membantu petugas memverifikasi klasifikasi jenis usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).

Teknologi tersebut akan memberikan peringatan apabila kode usaha yang dimasukkan tidak sesuai, sehingga petugas dapat melakukan koreksi sebelum data dikirim ke sistem.

BPS berharap penerapan teknologi digital dan metode pendataan langsung dapat menghasilkan data ekonomi yang lebih akurat, termasuk memotret pertumbuhan pelaku usaha online yang selama ini belum seluruhnya tercatat dalam statistik resmi.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Terbaru