Banjir Langkat: 122 Ribu KK Terdampak, 11 Warga Meninggal, Pemerintah Lamban Bersikap

- Kontributor

Senin, 1 Desember 2025 - 21:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Foto tribun/anil

BERITA LANGKATPemerintah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, akhirnya merilis laporan sementara korban banjir yang melanda hampir seluruh wilayah kabupaten. Data ini baru disampaikan pada 30 November 2025, meski banjir sudah berlangsung beberapa hari dan situasi di lapangan terus memburuk.

Berdasarkan data posko terpadu, sebanyak 16 kecamatan terendam, dengan total 122.527 kepala keluarga terdampak. Bencana ini juga menelan korban jiwa, 11 warga meninggal dunia, masing-masing 5 warga Kecamatan Babalan dan 6 warga Kecamatan Besitang.

Ironisnya, laporan ini muncul di tengah kritik publik terhadap lambannya arus informasi dari pemerintah daerah. Sejumlah pejabat kunci, termasuk lembaga penanggulangan bencana, sebelumnya sulit dihubungi, menambah kebingungan masyarakat yang membutuhkan kepastian penanganan.

Baca Juga:  Diduga Hanya Formalitas, Razia Diskotek Blue Sky Bahorok Dipertanyakan

Kecamatan Tanjung Pura menjadi wilayah paling parah, mencatat 18.629 KK terdampak. Disusul Kecamatan Stabat 17.270 KK, Kecamatan Secanggang 13.619 KK, dan Kecamatan Babalan 13.523 KK.

“Data ini dari posko terpadu,” kata Kepala Dinas Kominfo Langkat, Wahyudiharto, Senin (1/12). Namun ia tidak merinci langkah strategis lanjutan yang tengah atau akan dilakukan pemerintah.

Sementara itu, pantauan wartawan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah titik banjir mulai mengalami penurunan debit air. Di antaranya, Kecamatan Hinai, Desa Cempa, Batu Melenggang, Pekan Tanjung Pura, Paya Perupuk, Pematang Tengah, Air Hitam, Securai, Alur Dua, Brandan Barat, Pangkalan Susu, hingga Besitang.

Baca Juga:  Nuray Istiqbal Ungkap Alasan Hidayah Tak Bisa Dipaksa, Pesan Menohok untuk Dunia Hiburan!

Meski begitu, pemulihan kondisi warga masih jauh dari kata pulih. Ribuan rumah masih terendam lumpur, akses listrik belum stabil, dan distribusi bantuan dinilai tidak merata. Banyak warga mengeluhkan minimnya kehadiran pemerintah pada hari-hari pertama bencana, sebuah tanda bahwa sistem mitigasi bencana di Langkat kembali dipertanyakan.

Di tengah tragedi kemanusiaan ini, publik menuntut transparansi lebih kuat dan respons lebih sigap. Karena bencana boleh datang tanpa aba-aba, tetapi keterlambatan pemerintah tidak seharusnya menjadi bagian dari bencana itu sendiri.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak
Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
KONI Kecamatan Binjai Gelar Pekan Olahraga Siswa 2026 Secara Gratis, Wujud Nyata Pembinaan Atlet Muda Berprestasi
Mahasiswi STKIP Al Maksum Sabet Dua Juara di MTQ PERTI Sumut
607 Sumur Minyak Rakyat di Langkat Bakal Dilegalkan dan Dikelola BUMD!
Dihempas Angin Kencang, Pohon Tumbang Dekat RM Cabe Ijo Stabat Timpa Ruko hingga Ambruk dan Picu Macet Parah

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 12:10 WIB

Listrik Padam 4 Jam, Pelayanan Samsat Stabat Terganggu, Genset Malah Rusak

Jumat, 4 September 2026 - 23:59 WIB

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:08 WIB

KONI Kecamatan Binjai Gelar Pekan Olahraga Siswa 2026 Secara Gratis, Wujud Nyata Pembinaan Atlet Muda Berprestasi

Berita Terbaru