Kepala BGN Sudaryono Usul MBG Dijadikan Mata Pelajaran Wajib Seperti Penjaskes

- Kontributor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan agar pendidikan gizi dimasukkan secara resmi ke dalam kurikulum sekolah. Langkah ini bertujuan agar siswa tidak hanya menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga memahami pentingnya asupan gizi seimbang bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan pendidikan gizi idealnya menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah, seperti halnya Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes).

Melalui pendidikan tersebut, siswa diharapkan memahami fungsi berbagai zat gizi, mulai dari karbohidrat, protein, vitamin, mineral, hingga manfaat mengonsumsi sayur dan buah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Diajarkan kenapa orang harus makan karbo, apa pentingnya karbohidrat, kenapa orang harus makan sayur, apa pentingnya buah, vitamin, mineral, kenapa mesti protein, satu orang tuh makan protein harus berapa, dan lain sebagainya,” ujar Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya, @sudaru_sudaryono, sebagaimana dikutip Rabu (28/10).

Baca Juga:  Dulu Teriak "Hukum Mati Koruptor", Kini Noel Harap Amnesti dari Presiden

Menurut BGN, pemahaman tentang gizi penting agar program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat sejak usia sekolah.

Selain mengusulkan pendidikan gizi masuk kurikulum, BGN juga menguji coba pengaturan waktu makan dalam program MBG dengan menerapkan konsep prasmanan di sekolah.

Pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal belajar siswa. Untuk siswa sekolah dasar (SD) kelas awal yang pulang lebih cepat, makanan dibagikan sebelum mereka meninggalkan lingkungan sekolah.

Sementara itu, sekolah dengan jam belajar hingga siang hari diusulkan menyediakan waktu khusus sekitar satu jam untuk makan sekaligus mempelajari gizi secara langsung.

Sudaryono menyebut uji coba konsep prasmanan tersebut mendapat sambutan positif dari siswa dan pihak sekolah. Berdasarkan survei kepuasan yang disampaikan, program itu memperoleh nilai sekitar 4,56 dari skala maksimal 5.

Baca Juga:  Sudaryono: Pendidikan, Kesehatan hingga Gizi Masih Jadi PR Besar Pemerintah

BGN juga menilai konsep prasmanan berpotensi mengurangi sisa makanan atau food waste. Melalui mekanisme ini, setiap siswa tetap mendapatkan porsi sesuai standar kebutuhan gizi yang telah ditentukan, tetapi dapat mengambil tambahan apabila masih tersedia makanan setelah pembagian porsi awal.

“Jadi tetap orangnya dikasih porsi yang sama, karena ada takaran gizinya. Tapi begitu sudah ditakar semua biasanya ada spare, Pak. Nah, itu boleh nambah, Pak,” jelas Sudaryono.

Dengan pendekatan tersebut, BGN berharap program MBG dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga dalam membentuk pemahaman mengenai pola makan sehat, kebiasaan menghabiskan makanan secukupnya, dan pentingnya mengurangi pemborosan pangan.

Meski demikian, usulan memasukkan pendidikan gizi ke dalam kurikulum masih perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan dengan pihak terkait sebelum dapat diterapkan secara resmi di sekolah.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KDM Dikabarkan Bakal Masuk PSI dan Duet dengan Gibran pada Pilpres 2029 Mendatang
Widodo AS Wafat, Panglima TNI Pertama dari Matra Angkatan Laut
KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
PC HIMMAH Langkat Buka LKD, Dikky Wahyudi Dorong Lahirnya Kader Intelektual dan Berintegritas
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kepala BGN Sudaryono Usul MBG Dijadikan Mata Pelajaran Wajib Seperti Penjaskes

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:47 WIB

KDM Dikabarkan Bakal Masuk PSI dan Duet dengan Gibran pada Pilpres 2029 Mendatang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Widodo AS Wafat, Panglima TNI Pertama dari Matra Angkatan Laut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Terbaru

Sajian Khusus

PHP, Juru Masak di Balik Dapur Sebuah Website

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:04 WIB