Iran, Turki, Arab Saudi dan Pakistan Bahas Kerja Sama Keamanan Regional

- Kontributor

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

(Dari kiri ke kanan) Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman Al-Saud, Kepala Angkatan Darat Pakistan Jenderal Syed Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin saat bertemu dengan Presiden Iran, Menteri Luar Negeri Iran, serta kepala Dewan Keamanan Nasional Iran di Teheran pada 26 Oktober 2026. - (AFP/Kantor Presiden Iran)

(Dari kiri ke kanan) Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman Al-Saud, Kepala Angkatan Darat Pakistan Jenderal Syed Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin saat bertemu dengan Presiden Iran, Menteri Luar Negeri Iran, serta kepala Dewan Keamanan Nasional Iran di Teheran pada 26 Oktober 2026. - (AFP/Kantor Presiden Iran)

Teheran, Langkatoday.com – Iran, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan sepakat melanjutkan pembahasan untuk memperkuat kerja sama keamanan regional setelah menggelar pertemuan di Teheran, Iran, Senin (26/10).

Menurut siaran pers resmi Iran yang dikutip kantor berita Fars, pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat kerja sama di antara empat negara, dengan fokus pada perdamaian dan keamanan kawasan.

Pertemuan itu disebut dipandu oleh Mohsen Rezaei, pejabat keamanan Iran, serta dihadiri Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman, Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seusai pertemuan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan negara-negara mayoritas Muslim untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi serangan Israel di kawasan.

Baca Juga:  Soroti Aset Negara, DPRD Medan Temukan Dugaan Bangunan Tanpa PBG di Lahan KAI

“Kita tidak boleh membiarkan rezim Zionis melakukan pembunuhan dan tindakan agresi terhadap individu atau negara mana pun sesuka hati mereka,” ujar Pezeshkian dalam pernyataan yang dirilis kantor kepresidenan Iran melalui Telegram.

Ia menilai persatuan dan sikap terkoordinasi negara-negara Islam dapat membantu mencegah terulangnya tindakan serupa. Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah di bawah tekanan.

Sementara itu, Ali Bagheri Kani, yang disebut sebagai pembantu Mohsen Rezaei, menyatakan Iran terbuka untuk menjadi bagian dari kesepakatan keamanan regional bersama Turki, Arab Saudi, dan Pakistan.

Menurut Kani, pertemuan tersebut mengirimkan pesan bahwa perselisihan antarnegara dapat diselesaikan melalui dialog. Selain keamanan, kerja sama ekonomi juga menjadi salah satu topik pembahasan.

Mohsen Rezaei turut menekankan pentingnya membangun sistem keamanan yang bersumber dari negara-negara di kawasan Asia Barat sendiri, tanpa intervensi asing.

Baca Juga:  Iran Diwarnai Kontroversi Politik, Tetap Rebut Poin Usai Tahan Imbang Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026

Ia menyebut ketahanan masyarakat Iran dan kemampuan angkatan bersenjata telah menciptakan suasana baru dalam hubungan regional, termasuk komunikasi dengan pejabat tinggi dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.

Para pejabat dari keempat negara, menurut pernyataan yang dimuat media pemerintah Iran, juga memandang kerja sama regional sebagai salah satu jalan untuk menyelesaikan persoalan kawasan.

Meski demikian, pernyataan mengenai kelanjutan dialog dan penguatan kerja sama tersebut belum dengan sendirinya menunjukkan bahwa keempat negara telah membentuk aliansi pertahanan formal atau menyepakati pakta pertahanan bersama.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil pembahasan lanjutan serta bentuk konkret kerja sama yang nantinya disepakati oleh masing-masing negara.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konsolidasi Daerah IMM Sumut Bahas Arah Gerakan dan Kepemimpinan Nasional
KDM Dikabarkan Bakal Masuk PSI dan Duet dengan Gibran pada Pilpres 2029 Mendatang
Lho! 2 Kali Mangkir dari Panggilan KPK, Nusron Muncul di Sidang Kabinet
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Iran, Turki, Arab Saudi dan Pakistan Bahas Kerja Sama Keamanan Regional

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Konsolidasi Daerah IMM Sumut Bahas Arah Gerakan dan Kepemimpinan Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:47 WIB

KDM Dikabarkan Bakal Masuk PSI dan Duet dengan Gibran pada Pilpres 2029 Mendatang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Lho! 2 Kali Mangkir dari Panggilan KPK, Nusron Muncul di Sidang Kabinet

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Terbaru

Langkat Terkini

Plt Bupati Langkat Serahkan Penghargaan kepada 19 ASN Purnabakti

Senin, 26 Okt 2026 - 16:55 WIB