Viral! DPR kritik etos kerja ASN “Absen-Ngopi-Pulang”, netizen balik serang: Ngaca dulu!

- Pewarta

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda

Ketua Komisi II DPR RI M Rifqinizamy Karsayuda

Jakarta, Langkatoday.com – Hari ini, jagat media sosial diramaikan oleh pernyataan pedas dari salah satu anggota DPR yang menyoroti etos kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPR M Rifqinizamy Karsayuda yang melontarkan kritik keras terhadap mentalitas kerja aparatur sipil negara (ASN).

Ketua Komisi II DPR M Rifqinizamy Karsayuda melontarkan kritik tajam bahwa banyak ASN yang hanya datang untuk absen di pagi hari, menghabiskan waktu dengan “ngopi-ngopi”, kemudian pulang, lalu kembali sore hari hanya untuk absen pulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Komisi II DPR berencana merevisi Undang-Undang ASN. Salah satu poin yang akan didorong adalah penerapan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih jelas bagi seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK.

Melalui sistem tersebut, kinerja pegawai akan diukur berdasarkan target yang terukur, termasuk membuka ruang evaluasi hingga pemberhentian bagi ASN yang secara konsisten tidak memenuhi standar kinerja.

Baca Juga:  HUT ke-80 RI Usung Semangat Baru, Presiden Tunjuk Karya Desainer Muda

Berkat pernyataannya, istilah “Absen-Ngopi-Pulang” pun mendadak viral, menggambarkan persepsi negatif terhadap birokrasi di tanah air.

Akibat pernyataan anggota DPR RI tersebut, respons publik di luar dugaan. Alih-alih mendapatkan simpati atas kritiknya, pernyataan tersebut justru menjadi bumerang.

Kolom komentar di berbagai platform media sosial dibanjiri oleh sindiran netizen yang meminta anggota DPR untuk “berkaca”

Banyak netizen yang mengungkit fenomena anggota dewan yang sering terlihat tidur saat rapat.

Fenomena anggota DPR tidak hadir dalam rapat paripurna, hingga perilaku yang dinilai tidak lebih produktif dibandingkan ASN yang dikritik tersebut.

“Lucu sekali melihat mereka yang sering bolos rapat malah mengkritik etos kerja orang lain. Coba cek berapa banyak kursi kosong saat sidang!” tulis salah satu netizen di kolom komentar X (Twitter).

Baca Juga:  Siap-siap! Pekan Depan, Gibran Bakal Gantikan Prabowo Jabat Presiden

Isu ini berhasil memantik emosi publik karena dua alasan utama:

Adanya sentimen negatif terhadap elite politik, yakni munculnya ketidakpercayaan yang mendalam dari masyarakat terhadap performa legislatif, sehingga kritik dari pihak tersebut sering kali dianggap munafik.

Budaya “asal bapak senang” atau kerja santai memang masih menjadi stigma yang melekat pada ASN di mata sebagian masyarakat, sehingga narasi ini sangat mudah menyebar luas.

Perseteruan ini sebenarnya mencerminkan kekecewaan publik terhadap kualitas pelayanan publik secara menyeluruh, baik di sektor eksekutif maupun legislatif.

Bagi netizen, kritik hanya akan berharga jika pemberinya sudah memberikan contoh yang baik.

Pada akhirnya, ini menjadi pengingat bagi para pejabat baik ASN maupun anggota dewan bahwa di era digital, setiap gerak-gerik dan pernyataan mereka diawasi langsung oleh rakyat yang semakin kritis.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Terbaru

Langkat Terkini

Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:21 WIB