Demi Kopdes, Pemerintah Wacanakan Alfamart-Indomaret Tutup di Desa

- Pewarta

Senin, 25 Mei 2026 - 07:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Menteri Desa Yandri Susanto

Menteri Desa Yandri Susanto

Jakarta, Langkatoday.com – Wacana pemerintah yang ingin membatasi hingga menghentikan operasional minimarket modern seperti Alfamart dan Indomaret di desa menuai sorotan publik.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto seiring rencana penguatan Koperasi Desa (Kopdes) di berbagai wilayah.

Yandri menilai pemerintah harus berpihak kepada koperasi desa agar mampu berkembang dan bersaing di tengah dominasi jaringan ritel modern yang kini memiliki puluhan ribu gerai di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah memang harus berpihak kepada Kopdes agar ekonomi desa bisa tumbuh,” ujar Yandri dalam rapat yang disiarkan TVR Parlemen, dikutip Senin (25/5).

Baca Juga:  Setahun Berdiri, BUMD Langkat Belum Paparkan Capaian Usaha ke Publik

Namun, wacana tersebut langsung memunculkan beragam reaksi dari masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan kesiapan Kopdes jika nantinya benar-benar menggantikan peran minimarket modern di desa.

Di media sosial, sejumlah warganet menilai konsep Kopdes saat ini masih belum matang, baik dari sisi manajemen, tata kelola usaha, hingga konsep pelayanan ritel modern. Bahkan desain toko, penataan barang, hingga identitas visual Kopdes ikut menjadi perbincangan publik.

Selain itu, sebagian masyarakat menilai langkah membatasi minimarket swasta berpotensi mengganggu iklim persaingan usaha yang selama ini berjalan normal.

Mereka menilai persaingan sehat seharusnya ditentukan kualitas layanan, harga, dan kenyamanan konsumen, bukan melalui pembatasan terhadap pelaku usaha tertentu.

Baca Juga:  Penyidik Buka Peluang Periksa Budi Arie dalam Kasus Judol Kemkomdigi

“Kalau Kopdes memang bagus dan mampu bersaing, masyarakat pasti akan datang sendiri tanpa harus mematikan usaha lain,” tulis salah satu komentar warganet.

Di sisi lain, pendukung program tersebut menilai kehadiran Kopdes bisa menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi desa dan mengurangi dominasi perusahaan besar di sektor distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

Hingga kini, pemerintah belum menjelaskan secara rinci mekanisme maupun tahapan kebijakan tersebut.

Namun wacana itu dipastikan masih akan menjadi pembahasan panjang karena menyangkut kepentingan pelaku usaha, masyarakat desa, hingga stabilitas ekonomi daerah.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB