Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

- Pewarta

Sabtu, 28 Februari 2026 - 00:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Perjanjian Dagang Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) yang disoal banyak pihak karena menjual kedaulatan ekonomi negara, dinilai sebagai kegagalan yang dibuat Tim Ekonomi Presiden Prabowo Subianto sebagai negosiator.

Hal tersebut disampaikan Pakar Ekonomi Politik, Ichsanudin Noorsy, saat diwawancarai awak media, di kawasan Jakarta Timur, Rabu malam, 25 Februari 2026.

Ichsan menuturkan, negosiator seharusnya meminimalkan informasi asimetri, yang berakibat pada ketidaksetaraan dalam suatu perjanjian antarnegara.

“Saya tidak melihat negosiator di Indonesia, dari Indonesia, itu meminimalkan informasi asimetri. Sehingga dalam negosiasinya timpang,” ujar dia dikutip Jumat, (27/02).

Dia mengurai, beberapa hal yang dapat menunjukan ketidaksetaraan dalam perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, di mana menurutnya ada poin-poin di luar urusan ekonomi langsung dengan kedua negara.

“Kan yang diperjanjikan akhirnya ujungnya bukan cuma sekadar perdagangan. Ada persoalan geopolitik, ada persoalan larangan untuk ikut-ikutan memvonis ekonomi pihak yang tidak disetujui oleh Amerika,” ucap Ichsan.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Anjlok Rp 20.000 Hari Ini, Simak Kalkulasi Untung Rugi Investasinya!

“Ada kemudian larangan juga mesti melakukan satu tindakan sepihak. Kan tidak imbang, tidak setara,” sambungnya mengurai.

Oleh karena itu, dia menyindir kegagalan negosiasi tim ekonomi Presiden Prabowo, dengan memberikan label kepada mereka untuk menggambarkan kapasitasnya.

“Makanya saya bilang bukan negosiator tadi. Itu alasan saya, bisa jadi janitor jadinya. Karena dia tidak punya informasi yang cukup,” demikian Ichsan menambahkan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB