Pernah Terjadi Perbedaan Hari Idul Fitri di Zaman Sahabat Nabi

- Pewarta

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Umat Islam di seluruh dunia sebentar lagi akan menyambut hari kemenangan, Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah. Momen ini merupakan garis finis setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan, di mana pada hari tersebut umat Islam justru diharamkan untuk berpuasa.

Larangan ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: “Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW melarang puasa pada dua hari: Idul Fitri dan Idul Adha.”

Karena pentingnya kepastian tanggal tersebut, penentuan 1 Syawal harus dilakukan dengan sangat hati-hati, baik melalui pengamatan hilal (rukyah) maupun perhitungan astronomi (falak).

Sejarah Perbedaan Waktu di Zaman Sahabat

Perbedaan waktu hari raya bukanlah hal baru dalam sejarah Islam. Bahkan, di zaman sahabat Nabi Muhammad SAW, perbedaan ini pernah terjadi antara wilayah Syam (Suriah) dan Madinah.

Baca Juga:  Spesial HUT Langkat: Tabligh Akbar Bersama Ustadz Das’ad Latif

Kisah ini abadi dalam hadis yang diriwayatkan oleh Kuraib, seorang tabiin yang saat itu diutus menemui Mu’awiyah di Syam. Kuraib menceritakan pengalamannya melihat hilal Ramadhan di Syam pada malam Jumat.

Namun, ketika Kuraib kembali ke Madinah di akhir bulan, ia mendapati perbedaan mencolok. Abdullah bin Abbas RA bertanya kepadanya: “Kapan kamu melihat hilal (Ramadhan)?”

Kuraib menjawab, “Kami melihatnya pada malam Jumat, dan orang banyak termasuk Mu’awiyah juga melihatnya lalu berpuasa.”

Mendengar hal itu, Ibnu Abbas menanggapi, “Tetapi kami di Madinah melihatnya pada malam Sabtu. Maka kami tetap berpuasa sampai kami menyempurnakan 30 hari atau sampai kami melihat hilal Syawal.”

Mengapa Bisa Berbeda?

Saat Kuraib bertanya apakah kesaksian dari Syam tidak cukup bagi penduduk Madinah, Ibnu Abbas menjawab dengan tegas: “Tidak! Begitulah Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kami.”

Baca Juga:  Menag Nasaruddin Umar: Indonesia Jadi Destinasi Lebaran Teraman, Wisatawan Mancanegara Merasa Nyaman

Perbedaan ini terjadi karena jarak antara Syam dan Madinah yang mencapai sekitar 1.120 kilometer. Secara geografis, lokasi terbitnya bulan (Mathla’) di kedua wilayah tersebut berbeda. Hal inilah yang menjadi landasan bagi para ulama bahwa perbedaan penentuan awal bulan bisa saja terjadi karena faktor perbedaan letak geografis masing-masing daerah.

Pesan untuk Umat

Adanya berbagai metode penentuan awal bulan kamariah memang terkadang memicu perbedaan waktu lebaran. Namun, sejarah mengajarkan kita untuk saling menghormati ijtihad dan keputusan otoritas setempat dalam menetapkan hari raya.

Yang terpenting, semangat Idul Fitri adalah merayakan kemenangan iman dan memperkuat tali silaturahmi, terlepas dari kapan hari kemenangan itu dimulai.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ustadz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan
Tiorita Tutup Pengajian 20 Hari Bersama Santri Ulumul Qur’an, Minta Doa untuk Langkat
BRIN Temukan Jejak Islam Abad ke-7 di Tapanuli Tengah, Sejarah Nusantara Bisa Berubah
Bukan Sekadar Cinta, Ini yang Harus Disiapkan Pria Sebelum Mengajukan Poligami
Langkat Kembali Berprestasi, Kafilah Raih Juara II Umum MTQ Provinsi Sumatera Utara
Sambut 1 Muharam, Siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa Jelajahi Jejak Sejarah Islam di Masjid Jaya Ar-Rahman Langkat
Masjid Al Ibrahimi di Hebron: Jejak Nabi Ibrahim yang Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun
Ribuan Warga Padati Stabat, UAS Serukan “Jihad Lawan Narkoba” di Hadapan Bupati Langkat

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 03:14 WIB

Ustadz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan

Selasa, 8 September 2026 - 03:16 WIB

Tiorita Tutup Pengajian 20 Hari Bersama Santri Ulumul Qur’an, Minta Doa untuk Langkat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:37 WIB

BRIN Temukan Jejak Islam Abad ke-7 di Tapanuli Tengah, Sejarah Nusantara Bisa Berubah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Bukan Sekadar Cinta, Ini yang Harus Disiapkan Pria Sebelum Mengajukan Poligami

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:39 WIB

Langkat Kembali Berprestasi, Kafilah Raih Juara II Umum MTQ Provinsi Sumatera Utara

Terbaru