UMA Tegaskan Syah Afandin Lulus S1 Tahun 1994, Ini Alasannya Tak Tercatat di PDDikti

- Kontributor

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Kampus Universitas Medan Area

Kampus Universitas Medan Area

Stabat, Langkatoday.com – Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya terkait tidak ditemukannya data Sarjana Hukum (S1) Bupati Langkat Syah Afandin dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Universitas Medan Area (UMA) akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Jumat (26/12).

Kepala Biro Akademik UMA, Nurdiansyah, S.Sos, membenarkan bahwa Syah Afandin merupakan alumni program Sarjana (S1) Universitas Medan Area dan dinyatakan lulus pada tahun 1994.

Menurut Nurdiansyah, ketiadaan data tersebut dalam sistem PDDikti bukan disebabkan oleh tidak sahnya ijazah, melainkan karena PDDikti baru mulai diberlakukan secara nasional pada tahun akademik 2003/2004.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PDDikti sendiri baru mulai sekitar tahun 2003/2004. Karena itu, alumni yang lulus sebelum periode tersebut memang banyak yang belum terinput di sistem,” ujar Nurdiansyah dalam keterangannya kepada Langkatoday.com.

Sebagai penguat penjelasan tersebut, pihak UMA juga menyampaikan Surat Edaran Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor: 5478/A.A1/P/SE/2017 tentang Periode Awal Pelaporan PDDikti.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa:

  • Pelaporan wajib PDDikti untuk program studi umum di perguruan tinggi baru dimulai bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2003/2004.
  • Untuk data mahasiswa di bawah tahun ajaran tersebut, proses verifikasi tidak dilakukan melalui PDDikti, melainkan melalui perguruan tinggi asal atau Kopertis/Kopertais wilayah setempat.

Dengan demikian, secara regulasi nasional, ketiadaan data alumni sebelum tahun 2003/2004 di PDDikti tidak dapat serta-merta dijadikan dasar untuk menyimpulkan ketidakabsahan ijazah.

Meski demikian, kasus ini tetap menjadi sorotan karena menyangkut transparansi dan akuntabilitas pejabat publik, terutama di tengah maraknya kasus dugaan ijazah bermasalah yang melibatkan sejumlah kepala daerah di Indonesia.

Langkatoday.com menegaskan bahwa pemberitaan sebelumnya disusun berdasarkan data terbuka PDDikti dan tanpa menyimpulkan adanya pemalsuan, serta akan terus memuat perkembangan isu ini secara berimbang, faktual, dan sesuai kode etik jurnalistik.

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

MTQ ke-59 Langkat Digelar di Delapan Lokasi, Ini Rincian Tempat Perlombaannya
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen pada Triwulan III 20c.26
Kasus Penyadapan Ilegal Mengguncang Polri, SMI: Usut Siapa Pengendali dan Penerima Hasil Sadapan!
MANFEST UINSU 2026 Tuai Kontroversi, Dekan FEBI Akui Pengawasan Belum Maksimal dan Siapkan Evaluasi
MTQ ke-59 Langkat Resmi Dibuka, Diikuti 883 Peserta
Konser MANFEST di Kampus UINSU Tuntungan Tuai Kritik, Warganet Pertanyakan Identitas Kampus Islam
Kepala RSU Tanjung Selamat Langkat Blokir Nomor Awak Media, Tunggakan Gaji Mantan Karyawan Belum Tuntas
Momen Jokowi Perlihatkan Ijazah S1 UGM di Sidang, Roy Suryo Tertawa

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:52 WIB

MTQ ke-59 Langkat Digelar di Delapan Lokasi, Ini Rincian Tempat Perlombaannya

Sabtu, 7 November 2026 - 03:35 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen pada Triwulan III 20c.26

Jumat, 6 November 2026 - 14:12 WIB

Kasus Penyadapan Ilegal Mengguncang Polri, SMI: Usut Siapa Pengendali dan Penerima Hasil Sadapan!

Jumat, 6 November 2026 - 09:56 WIB

MANFEST UINSU 2026 Tuai Kontroversi, Dekan FEBI Akui Pengawasan Belum Maksimal dan Siapkan Evaluasi

Jumat, 6 November 2026 - 05:38 WIB

MTQ ke-59 Langkat Resmi Dibuka, Diikuti 883 Peserta

Terbaru

Berita

MTQ ke-59 Langkat Resmi Dibuka, Diikuti 883 Peserta

Jumat, 6 Nov 2026 - 05:38 WIB

Chat via WhatsApp