Dampak Lonjakan Permintaan, Sejumlah SPBU di Langkat Kehabisan Stok BBM

- Pewarta

Senin, 13 Juli 2026 - 16:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara turut dirasakan masyarakat Kabupaten Langkat.

Sejak Ahad (12/7), antrean kendaraan terlihat di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seperti SPBU Perdamaian Stabat, SPBU Tanjung Pura, hingga sejumlah SPBU di kawasan Pangkalan Brandan.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular sejak pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah pengendara mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya karena stok BBM jenis Pertamax maupun Solar sempat kosong di beberapa lokasi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan meningkatnya kebutuhan BBM menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan di wilayah distribusi Fuel Terminal (FT) Medan Group.

Wilayah distribusi tersebut meliputi Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, hingga beberapa kabupaten di Provinsi Aceh.

Baca Juga:  Pertamina Sebut Harga Pertamax Indonesia Lebih Murah dari Sejumlah Negara ASEAN

“Optimalisasi distribusi tersebut juga merupakan bagian dari upaya percepatan penyaluran menyusul tingginya kebutuhan BBM masyarakat yang terjadi selama periode libur sekolah dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Fahrougi dalam keterangan resminya, Senin (13/7).

Selain meningkatnya permintaan, distribusi BBM juga sempat mengalami penyesuaian operasional armada di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina menambah 15 unit mobil tangki (MT) bantuan serta mengerahkan 30 Awak Mobil Tangki (AMT) guna mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.

Di Kabupaten Langkat, kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat. Di SPBU Perdamaian Stabat, antrean kendaraan terlihat memadati area pengisian BBM sejak pagi. Situasi serupa juga terjadi di SPBU Tanjung Pura dan beberapa SPBU di kawasan Pangkalan Brandan.

Baca Juga:  Sumatera Utara jadi Urutan ke 4 dengan Jumlah Lokasi PSK Terbanyak di Indonesia

Andi (39), warga Stabat, mengaku harus mengantre lebih lama dibanding hari biasanya untuk mendapatkan BBM.

“Biasanya tidak selama ini. Tadi saya sempat mencari ke SPBU lain karena stok Pertamax kosong, akhirnya kembali lagi mengantre,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Suryadi (44), sopir angkutan asal Tanjung Pura. Menurutnya, keterlambatan memperoleh BBM cukup mengganggu aktivitas kerjanya.

“Kalau harus antre lama begini tentu berpengaruh pada pekerjaan. Kami berharap distribusi BBM segera kembali normal,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pengendara di kawasan Pangkalan Brandan juga mengaku harus bersabar karena antrean kendaraan cukup panjang pada jam-jam tertentu.

Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Perusahaan memastikan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk mengoptimalkan distribusi sehingga pasokan BBM di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Langkat, dapat kembali normal secepatnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Respons Aspirasi Warga, Pemkab Langkat Pastikan Perbaikan Jalan di Kecamatan Binjai Masuki Tahapan Tender
Tiorita Dorong Perbaikan Tanggul Paya Bunder, Tim Provinsi Turun Survei
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB